Doa Dan Amalan Untuk Memancing

doa dan amalan untuk memancingDoamustajab2.com kali ini mencoba berbagi sedikit doa dan amalan yang dulu di pakai saat masih gemar memancing dengan peralatan memancing yang tradisional.doa dan amalan ini tentunya tidak ada nash maupun hadisnya.

Doa ini mungkin tidak terlalu penting dalam kehidupan,karena tidak semua orang hobinya memancing..namun saya berpendapat tidak apalah saya sampaikan siapa tahu bisa bermanfaat bagi kawan kawan yang memang hobynya memancing.

Dulu waktu masih tahun 80 an ,alat alat memancing tidaklah semodern sekarang walaupun orang yang mejual alat alat pancing juga sudah banyak.karena itulah dari mulai mencari joran pancing itu sendiri sudah ada doa dan amalannya.( terutama untuk memancing ikan gabus/haruan )

Kalau sekarang mungkin orang lebih mudah membeli yang fiber karena lebih simple dan tahan lama ,begitu pula dengan umpan yang akan di gunakan.

Doa Dan Amalan Untuk Memancing

Mendapatkan ikan yang banyak adalah tujuan utama seseorang berangkat memancing.dan untuk tujuan tersebut pada saat remaja saya di ijazahkan oleh orang tua saya sebuah doa dan tatacara dari mulai mencari “tantaran ujun” atau joran sampai pada saat akan melakukan pemacingan di suatu tempat.

Doa dan amalan tersebut sebagai berikut :

1.Untuk mencari tantaran tersebut maka di pilih dulu harinya yaitu hari Rabu ( menurut ayah saya hari tersebut ikan perkembangannya sudah maksimal ),setelah sampai ke rumpun bambunya jangan langsung menebang jorannya.
Putari dulu rumpun tersebut sambil membaca tawasul untuk:

-Nabi khaidir as..alfatihah 1x
-Nabi ilyas as..alfatihah 1x
-Niat ( mohon di tunjukan joran atau tantaran yang baik )

Lalu duduk sambil mengawasi ke rumpun bambu tersebut,nanti dalam waktu yang tidak lama biasanya ada batang bambunya yang bergerak tanpa ada angin yang meniupnya atau kita akan melihat daun,ruas,bentuk bambu yang menurut kita lain dari yang lain..maka tebanglah.

Setelah di bersihkan,lalu di keringkan sebelum nantinya di luruskan dengan cara pemanggangan ( istilah bahasa banjar di kadang ).setelah selesai maka tantaran tersebut sudah bisa di gunakan.

2.lalu setelah kita tiba di tempat pemancingan,jangan tergesa gesa untuk memancing ( kalau rejeki ,ikannya tidak akan kemana mana juga ).

Ambil semua alat pancing,cuci dengan air di tempat itu sambil membaca

-salawat :  ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD 3x

-tawasul kepada nabi khaidir ..alfatihah 1x

-baca :

WALITUK MILUL IDDATA WALITUKABBIRULLAHAA ALAA MAAHADAAKUM WALA ALLAKUM TASYKURUUN.3x ( Surah Al-Baqarah ayat : 185 )

pada jari tangan kanan lalu jentikan ke air.( biasanya ikan akan menyahut dengan cara “batagup”,atau muncul dan menghilang mendadak sehingga memuncratkan sedikit air )

kalau ikan sudah menyahut maka tempat tersebut bisa di jadikan tempat memancing hari itu..Kalau tidak ada sahutan maka sebaiknya cari tempat lain di sekitar pemancingan tersebut.

Demikian yang bisa kami sampaikan sesuai dengan yang kami ketahui dan mudah mudahan bisa bermanfaat..Wallahu A’lam

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS