Jiwa Yang Tenang

jiwa yang tenangDoa mustajab kali mencoba berbagi sebuah wirid agar bisa mendapatkan jiwa yang tenang,

Jiwa yang tenang

Seperti apakah jiwa yang tenang itu? Jiwa yang tenang adalah sebuah keadaan jiwa yang membuat kita merasa damai, dan sangat menikmati hidup ini. Memiliki jiwa yang tenang adalah salah satu hal yang perlu sekali kita upayakan, agar hidup jadi lebih indah.
Didalam jiwa-jiwa yang tenang tersimpan kekuatan yang dasyat yang mampu menaklukkan isi dunia.

al-Muthma’innah (jiwa yang tenang)

Maka apabila jiwa merasa tentram kepada Allah Ta’ala, tenang dengan mengingat-Nya, dan bertaubat kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, dan menghibur diri dengan dekat kepada-Nya, maka itulah nafsu muthma’innah (jiwa yang tenang). Itulah jiwa yang dikatakan kepadanya tatkala wafat (meninggal dunia),
“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (al-Fajr: 27-30)
Ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,“Wahai jiwa yang tenang.” (al-Fajr: 27)

Berkata Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu: “Wahai jiwa yang membenarkan.”

Qatadah berkata, “Ia adalah jiwa yang beriman, jiwanya tenang kepada apa-apa yang dijanjikan Allah Tabaroka wata’ala.”

al-Hasan berkata, “Jiwanya tenang dengan apa-apa yang difirmankan Allah Tabaroka wata’ala dan membenarkan dengan apa-apa yang difirmankan-Nya.”

Mujahid berkata, “Ia adalah jiwa yang kembali tunduk, ia adalah jiwa yang yakin bahwasanya Allah adalah Rabbnya, ia merasa tenang dengan perintah-Nya dan dengan mentaati-Nya, serta dia yakin akan perjumpaan dengan-Nya.” (ad-Durrul Mantsur, 8/513-514)

Buah Jiwa Yang tenang

Adapun hakikat jiwa yang tenang yaitu as-Sukuun wa al-Istiqraar (diam dan menetap). Yakni jiwa itu benar-benar tenang kepada Rabbnya dengan mentaati perintah-perintah-Nya dan mengingat-Nya, dan tidak tenang kepada selain-Nya. Maka sungguh jiwa itu tenang dengan mencintai-Nya, menjalankan ibadah-beribadah, dan berdzikir kepada-Nya. Jiwa itu tenang dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jiwa itu tenang kepada perjumpaan dengan-Nya dan janji-janji-Nya. Jiwa itu tenang dengan membenarkan dengan sebenar-benarnya akan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Jiwa itu tenang dengan ridha bahwasanya Allah adalah Rabb, Islam adalah diin, dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Jiwa itu tenang dengan qadha dan qadar (takdir baik dan takdir buruk).

Maka jiwa itu tenang dengan Allah bahwasanya Dia adalah satu-satunya Rabbnya, Ilahnya, sesembahannya, rajanya, dan penguasa seluruh perintah, dan kepada-Nya ia akan dikembalikan, dan bahwasanya tiada kecukupan baginya selain dari-Nya walaupun sekejap mata.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang mampu merasakan manisnya iman,indahnya islam dan ihsan,..di dalamnya jiwanya terkumpul sifat sifat terpuji,sabar sudah pasti,qana’ah,zuhud,tawadhu,ikhlas sehingga pantaslah dia di panggil Allah untuk masuk ke dalam surganya..

Amaliah untuk meraih ketenangan jiwa

Kali ini ijinkan saya untuk berbagi sebuah amaliah rutin atau wirid yang di baca setelah selesai shalat subuh .
di baca 7x..insya Allah anda akan memiliki ketenangan jiwa yang baik dalam menjalani kehidupan ini.

al-fajr-27-30

Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua..amiin
Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi