Sihir menurut islam

sihir menurut islamDoa mustajab kali ini membahas tentang sihir menurut islam.

Sebagaimana halnya Islam telah mengharamkan pergi ke tempat dukun untuk menanyakan perkara-perkara ghaib, maka begitu juga Islam mengharamkan perbuatan sihir atau pergi ke tukang sihir untuk mengobati suatu penyakit yang telah dicobakan kepadanya, atau untuk mengatasi suatu problema yang dideritanya.

Cara-cara semacam ini tidak diakuinya oleh Nabi sebagai golongannya. Sebagaimana sabdanya:

“Tidak termasuk golongan kami, barangsiapa yang menganggap sial karena alamat (tathayyur) atau minta ditebak kesialannya dan menenung atau minta ditenungkan, atau menyihir atau minta disihirkan.” (Riwayat Bazzar dengan sanad yang baik)

Abu Abdillah Ar Rozi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan “Kelompok Mu’tazilah (kelompok sesat-pent) mengingkari adanya sihir dalam aqidah mereka.

Bahkan mereka tidak segan-segan mengkafirkan orang yang meyakini kebenaran sihir.

Adapun ahli sunnah wal jama’ah, meyakini bahwa mungkin saja ada orang yang bisa terbang di angkasa, bisa merubah manusia menjadi keledai, atau sebaliknya.

Akan tetapi meskipun demikian ahli sunnah meyakini bahwa segala kejadian tersebut atas izin dan taqdir dari Allah ta’ala”.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan mereka itu (para tukang sihir) tidak akan memberikan bahaya kepada seorang pun melainkan dengan izin dari Allah” (QS. Al Baqarah : 102)

Al Qurthubi rahimahullahu mengatakan, “Menurut ahli sunnah wal jama’ah, sihir itu memang ada dan memiliki hakikat, dan Allah Maha Menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, keyakinan yang demikian ini berbeda dengan keyakinan kelompok Mu’tazilah.”

Sihir menurut islam

Sihir termasuk dosa besar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dari kalian tujuh perkara yang membinasakan!”

Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah tujuh perkara tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “[1]menyekutukan Allah, [2]sihir, [3]membunuh seorang yang Allah haramkan untuk dibunuh, kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat, [4]mengkonsumsi riba, [5]memakan harta anak yatim, [6]kabur ketika di medan perang, dan [7]menuduh perempuan baik-baik dengan tuduhan zina” (HR. Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)

Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan bahwa ilmu sihir dapat dikategorikan sebagai kesyirikan dari dua sisi.

[Pertama] orang yang mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang meminta bantuan kepada para syaitan dari kalangan jin untuk melancarkan aksinya,

dan betapa banyak orang yang terikat kontrak perjanjian dengan para syaitan tersebut akhirnya menyandarkan hati kepada mereka, mencintai mereka, ber-taqarrub kepada mereka,

atau bahkan sampai rela memenuhi keinginan-keinginan mereka.

[Kedua] orang yang mempelajari dan mempraktekkan ilmu sihir adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib.

Dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah dalam pengakuannya tersebut (syirik dalam rububiyah Allah), karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib melainkan hanya Allah ta’ala semata

Syaikh Ibnu ’Utsaimin rahimahullah merinci bahwa orang yang mempraktekkan sihir, bisa jadi orang tersebut kafir, keluar dari Islam, dan bisa jadi orang tersebut tidak kafir meskipun dengan perbuatannya tersebut dia telah melakukan dosa besar.

[Pertama] Tukang sihir yang mempraktekkan sihir dengan memperkerjakan tentara-tentara syaitan, yang pada akhirnya orang tersebut bergantung kepada syaitan, ber-taqarrub kepada mereka atau bahkan sampai menyembah mereka.

Maka yang demikian tidak diragukan tentang kafirnya perbuatan semacam ini.

[Kedua] Adapun orang yang mempraktekkan sihir tanpa bantuan syaitan, melainkan dengan obat-obatan berupa tanaman ataupun zat kimia, maka sihir yang semacam ini tidak dikategorikan sebagai kekafiran.

Jenis jenis sihir

ada beberapa jenis sihir ditinjau dari kinerja sihir menpengaruh korban, yaitu:

1. sihir perasaan/kejiwaan adalah sihir yang menpengaruhi psikologis korban untuk menimbulkan tingkah laku, sikap dan ungkapan perasaan yang berlebihan sehingga menimbulkan stres dan depresi pada korban.

Seperti: rasa cinta atau benci pada seseorang, rasa takut atau terlalu berani pada seseorang, tempat dan waktu tertentu, rasa sakit di sekitar tubuh tanpa penyakit medis,

korban merasa disetubuhi atau menyetubuhi seseorang, korban selalu merasa dihina dan dipergunjingkan orang, korban merasa diperhatikan orang,

korban merasa dibenci atau dicintai orang sekelilingnya, korban menrasa dirinya dibaiat sekte atau aliran tertentu, korban merasa akan dilamar seseorang dan sebagainya.

2. sihir kekuatan ghaib adalah sihir yang menpengaruhi kekuatan fisik dan psikologis korban untuk memiliki energi di luar manusia normal,

seperti: pandangan matanya bisa menjatuhkan cicak, pukulan jarak jauh, kebal berbagai senjata, kebal api, tahan di air, anti racun binatang dan tumbuhan,

berjalan di atas air, menlayang di udara, menggerakkan benda-benda tanpa disentuh, pandangan menembus dinding, komunikasi jarak jauh, hilang dari pandangan mata orang,

mengangkat benda berat, mencabut rasa sakit, korban memiliki energi pengobatan dan lainnya.

3. sihir pandangan mata adalah sihir yang menpengaruhi kesadaran pikiran untuk membalikkan atau menipu pandangan mata

.korban; korban memandang sebuah helm menjadi kelapa, pria dirubah menjadi wanita di mata pandangan korban, ahli sihir memasukkan paku dari hidung kanan keluar hidung kiri dan sebagainya.

4. sihir gangguan bagian badan adalah sihir yang menpengaruhi sistem syaraf pusat untuk menciptakan ketidakharmonisan organ gerak tubuh korban,

seperti: kaki kesemutan terus-menerus, garuk-garuk kepala tanpa sebab, berulangkali makan tetapi tidak kenyang,

buang-buang air, meludah-ludah, buang angin terus menerus, badan lemas, mengantuk di siang hari, tangan atau kaki bergerak sendiri, perut buncit, imponten,

wanita selalu mengalamin pendarahan, korban menjadi gila, korban hilang ingatan dan sebagainya.

5. sihir penyakit adalah sihir yang mengacaukan mekanisme tubuh untuk merusak organ-organ dalam tubuh dan menyumbat peredaran darah korban,

seperti: sering sakit, sakit perut tanpa sebab medis, berak darah, kaki lumpuh, gangguan jantung, gangguan paru-paru, sesak nafas, sakit kulit bernanah, gatal-gatal, tiba-tiba luka dan berdarah tanpa sebab dan sebagainya.

6. sihir penceraian atau permusuhan adalah sihir yang menpengaruhi psikologis dan emosi korban yang menimbulkan rasa marah dan rasa benci korban pada seseorang,

seperti: seorang atasan merasa membenci seorang bawahan tanpa sebab jelas, saudara sepupu mencurigai saudara sepupu lainnya, seorang adik merasa tidak nyaman dengan kehadiran kakaknya, suami-istri selalu bertengkar terus menuju penceraian dan sebagainya.

Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pun masa-masa setelahnya yang menunjukkan secara kasat mata bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh.

Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh Lubaid bin Al A’shom Al Yahudi hingga beliau jatuh sakit?

Kemudian karenanya Allah ta’ala menurunkan surat al Falaq dan surat An Naas (al mu’awidaztain) sebagai obat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini sangat jelas menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh terhadap orang yang terkena sihir.

Pelindung diri dari santet dan sihir

Kalimat mencegah lebih baik daripada mengobati rasanya cukup tepat dalam permasalahan sihir ,santet, dan sejenisnya..karena itu saya membahas tentang pelindung diri dari santet dan sihir dalam tulisan tersendiri..lihat di

pelindung diri dari santet dan sihir.

Sekian dulu dari saya semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua..amiin

Wasalam

Fathul ahadi