Arsip Tag: pembuka rejeki

Membuka Rejeki Dengan Surah Al insyirah

membuka rejeki dengan surah al insyarahPada kesempatan ini ijinkan kami berbagi sedikit tentang manfaat surah al insyarah sebagai doa untuk membuka pintu rejeki.

Para ulama tafsir mengatakan tentang surat ini; merupakan surat yang isinya kenikmatan yang besar yang Allah SWT berikan kepada nabi kita, Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Karena ia mendapatkan kitab yang diajak bicara langsung dengan bahasa kamu.

Sehingga seorang khalifah yang terkenal, Umar bin Abdul Aziz, ketika membaca surat ini, beliau sambungkan dengan surat Ad-dhuha tanpa membaca basmallah, tanpa dipisah oleh basmalah,

karena isinya adalah kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam, tetapi jumhur ulama secara tawadhu diriwayatkan bawasanya: ini adalah surat yang berbeda.

Tapi isinya adalah nikmat Allah yang Allah berikan kepada Nabi. Surat Asy-syarh secara bahasa, adalah kelapangan dada, kelapangan hati, itu makna dari Asy-syarh; sesuatu yang lapang, keluasan. Surat ini termasuk surat makkiyah karena turun setelah surat Ad-dhuha, turun sebelum Nabi hijrah ke Madinah.

Kandungan surah al insyirah

Pada ayat pertama, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Yang artinya:

bukankah telah kami lapangkan dadamu, wahai Muhammad.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ini adalah istifham namun isinya ketetapan sesuatu yang sudah terjadi dan pasti terjadi, tapi dibuat menjadi istifham atau bahasa pertanyaan.

Jadi Allah telah memberikan nikmat yang sangat besar ketika Allah Ta’ala melapangkan dada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Menurut Imam Al-baghawi makna dari ayat ini adalah:

bukankah wahai Muhammad, kami buka dadamu, kami lapangkan dadamu, kami lembutkan hatimu dengan iman, dengan nubuwah, dengan ilmu, dengan hikmah.

Pada ayat ini Allah menghibur Nabi Muhammad dalam memperjuangkan agama islam dengan segala cobaan yang diterima karena sebagai manusia beliau juga mengalami kesedihan dan kepedihan.

Ayat yang kedua dan ketiga:

Kami gugurkan dosa-dosamu, wahai Muhammad, yang telah memberatkan punggungmu.

Dosa mempunyai efek yang akan berpengaruh kepada kita. Ketika seseorang melakukan dosa, maka dia menjadi malas beribadah, ini akibatnya jika orang sering melakukan dosa.

Lalu makna kedua dari wizrok (dosa) artinya beban dakwah rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Jadi berdakwah itu adalah kerja yang sangat berat, makanya dalam surat Fussilat, dikatakan sebagai sesuatu yang paling baik, dan tentunya sangat sangat berat.

Beban dakwah yang beliau Shalallahu Alaihi Wasallam pikul itu sangat berat tapi kemudian Allah mudahkan.

Kemudian ayat keempat:

Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.

Artinya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dimuliakan oleh Allah Ta’ala, disebut namanya di mana-mana. Kalau bahasa ulama tafsir: fiddunya wal akhiroh; di dunia maupun di akherat, dalam kumpulan orang-orang yang mulia.

Pada Ayat ini allah memberikan pengharagaan pada Nabi Muhammad :
a) Nama Nabi Muhammad Disejajarkan dengan Allah dalam kalimat syahada
b) Nabi Muhammad menjadi suri tauladan bagi seluruh umat isla
c) seseoarang tidak dianggap beriman bila tidak beriman pada Nabi Muhammad

Ayat selanjutnya:
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Ayat 5-6 : Dalam ayat ini allah memberikan motivasi pada Nabi Muhammad SAW bahwa perjuanganya pasti ada hasilnya. Terbukti pada Tahun 8 H kota Mekah ditaklukan oleh kaum muslim.

Menurut Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini Al-usr (الْعُسْر ) pertama dan kedua itu sama artinya. Kesulitan itu satu, lalu yusro, artinya kemudahan itu lebih dari satu.

Karena itu ulama tafsir mengungkapkan kesulitan yang hanya satu tidak akan mengalahkan kemudahan yang lebih dari satu. Artinya dalam sunnah kehidupan kita, setiap kesulitan pasti bersamanya ada kemudahan. Ini janji Allah kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Kemudian ayat ke tujuh:
Kalau engkau selesai satu urusan ya Muhammad, maka lakukan urusan yang lain.

Allah memerintahkan agar setelah selesai satu urusan tidaklah berdiam diri, melainkan untuk segera melakukan kegiatan lain secara bersungguh-sungguh.

Ada yang mengatakan, jika selesai urusan dunia, maka lakukan urusan akherat. Artinya seorang muslim harus hidup dengan serius, dengan penuh keseriusan, karena dunia ini bukan untuk main-main. Jadi tidak ada kata yang namanya istirahat.

Ayat terakhir:
Dan kepada Rabmu ya Muhammad, maka berharaplah.

Allah menjelaskan bahwa keberhasilan usaha terletak pada keridaan Allah, untuk itu kita diharuskan memohon dan besandar pada Allah dan hanya Allah tempat kita berharap.

Artinya dalam urusan-urusan kita tentunya banyak halangan, rintangan, maka berharaplah kepada Allah SWT serahkan Allah SWT, Allah yang maha membantu, Allah yang maha memudahkan.

Beberapa manfaat dari surah al insyirah

Ada banyak kegunaan dan manfaat Surat Al-Insyiraah bagi kita yang mengamalkannya yaitu:

1.Siapa pun yang ingin berhajat sesuatu yang besar, misalnya ingin jadi Kepala Desa, Bupati atau ingin meraih jabatan apapun, baca Surah Al-Insyiraah 700 kali atau 1000 kali setiap hari, maka hajatnya akan sukses dan ia akan mendapatkan apa yang diinginkan.

2.Bila ada orang yang merasa sedih karena kehilangan kekasih atau ditinggal mati orang-orang terdekatnya, maka cara menyembuhkannya sebagai berikut: tulis Surah Al-Insyiraah pada piring masukkan air mawar kemudian minumkan padanya.

3.Surah Al-Insyiraah juga bisa menjadi benteng pertahanan dari sakit-sakitan dengan cara sebagai berikut: Ambillah seurat benang dari kulit kayu dan bacakan Surah Al-Insyiraah. Tiap-tiap membaca huruf “Kaf”, simpulkan benang itu sekali, hingga tujuh kali simpul saja kemudian hentikan. Ikatkan benang itu ke tangan orang yang sakit-sakitan pada pergelangannya di sebelah kiri.

4. Menghilangkan dukacita, kesusahan dan putus asa bila diwirid usai sholat fardhu. Selain itu, wirid rutin surat ini akan meluaskan rezeki yang halal dan mendatangkan barokah-NYA. Pikiran kita akan terbuka dan sifat malas akan hilang.

5.Manfaat lain surat ini, bagi mereka yang selama ini belum mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, bisa diamalkan sebagai berikut: Sembahyang sunat dua rakaat. Pada tiap-tiap rakaat baca Surah Al-Fatihah dan surat (silahkan membaca surat apa saja).

Selesai sembahyang, duduk menghadap kiblat dengan tetap bersungguh-sungguh memohon pada-NYA kemudian baca Surah Al-Insyiraah sebanyak bilangan hurufnya. Sesudah membaca Surah Al-Insyiraah, ajukan doa agar apa yang diinginkan terkabul atas ijin Allah SWT.

Membuka rejeki dengan surah al insyirah

Surah al insyarah di kenal juga dengan surah yang mempunyai manfaat untuk membuka rejeki dan mempermudah urusan,ada beberapa cara pengamalan untuk itu antara lain :

1. Bila Surah Al-Insyiraah dibaca sebanyak 40 kali pada tiap-tiap lepas sholat fardhu selama tujuh hari berturut-turut, Allah SWT akan membuka pintu rezekinya dengan jalan yang tidak disangka-sangka.

2. Dengan menggabungkan pengamalannya bersama surah surah lain :

-Shalat Hajat 2 Rakaat dilakukan setelah jam dua belas malam ( yakni antara jam 12 – 3 pagi).
-Bacalah surah Al-Fatihah sebanyak 99x atau semampu anda (seikhlasnya).
-Bacalah surah Al-Ikhlas sebanyak 21x atau semampu anda (seikhlasnya).
-Bacalah surah Al-Insyirah ( Alam Nasrah ) 17x atau semampu anda (seikhlasnya).
-Bacalah kalimat berikut : ” Yaa Hayyuu Yaa Qayyum birahmatika Yaa Arhamarrahimin ” 21x atau semampu anda (seikhlasnya).
-Selanjutnya dilanjutkan dengan berdoa dalam memohon rezeki kepada Allah SWT (terserah anda memakai bahasa apapun sesuai yang kita mengerti dan pahami). Setelah selesai berdoa,
-Kemudian melakukan shatat sunnah tahajud 2 rakaat dan di tutup dengan sholat witir 3 rakaat.

Lakukanlah amalan tersebut dengan rutin dan bersungguh-sungguh dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT, semoga beban masalah dalam hidup kita segera diringankan oleh Allah SWT.

Sekian dulu dari saya semoga amaliah amaliah tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua..aamiin.

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Salawat Fulus

salawat fulusDoamustajab2.com kali ini mengenalkan sebuah salawat yang memang tidak umum yaitu salawat fulus.

salawat ini memang bukan salawat yang banyak di kenal orang dan mungkin ada sebagian yang menganggap bid ah atau sejenisnya..

tidak apa apa,karena hal itu merupakan keyakinan dan itu juga merupakan hak azasi orang tersebut.

Dengan mengesampingkan hal hal tsb,maka saya berniat berbagi salawat fulus ini karena telah merasakan sendiri beberapa manfaatnya.

Salawat Fulus

Salawat ini bisa di amaliahkan dalam 2 cara :
1.Di dalam sedekah
2.setelah shalat isya

namun bisa juga di kerjakan keduanya.

1.Dalam sedekah.

Sedekah merupakan salah satu pintu rejeki yang besar,.Dalam bersedekah kita di anjurkan untuk ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun dari orang yang kita sedekahi,baik itu popularitas maupun gelar dermawan.

Dalam sedekah ,beberapa riwayat menjelaskan bahwa Allah lah yang akan membalas kebaikan orang yang bersedekah sampai beberapa ratus kali lipat dengan cara dan waktu yang di kehendaki oleh Allah.

untuk inilah maka berbagi sebuah salawat sebagai jembatan agar balasan yang akan di berikan tersebut di nikmati sebagian di dunia tanpa harus mengurangi balasan pahala untuk di akherat nantinya ,karena Allah Maha kaya.

salawat ini di baca 3x sebelum kita menyerahkan sedekah kepada orang yang bersengkutan.

2. Di amalkan setiap selesai shalat isya.

untuk yang ingin mewiridkan ini sebagai amaliah rutin setelah selesai shalat isya,maka sebaiknya menyediakan kertas putih yang di potong seukuran uang 100.000..

sebaiknya 5 atau sepuluh lembar..potongan kertas tersebut di letakan di bawah sajadah setiap kali melakukan shalat isya sampai pembacaan selesai..( kalau bisa sajadah di biarkan di tempet tersebut dan kalau tidak bisa maka simpan potongan kertas tsb untuk shalat isya berikutnya )..

amaliah ini selesainya tidak tentu,bisa 3-4 bulan bisa juga 3-4 tahun ,tanda amaliah ini selesai adalah apabila potongan kertas tersebut berubah jadi uang sungguhan.

tujuan amaliah ini sebenarnya bukan untuk memiliki ilmu uang dalam sajadah tsb,tetapi lebih di harapkan agar kita di lancarkan rejeki dan bertambah berkah rejeki tersebut.

salawat fulus ini di baca 41x.

ini bacaan salawat fulusnya..( maaf tidak dalam bentuk tulisan arab,karena saya tidak sempat scan salinan arabnya )

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN NUFUSI TUJUBIHA AMWAL WAL FULUS WAL MABUS WAL MATI’U BAINAN NAFAS WA NUFUS BAINI WA BAINAHUM TA’FAHUM TA’FAHUM TA’FAHUM

Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua..wallahu a’lam

wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Shalat Dhuha Dan Keutamaannya

shalat dhuha dan keutamaannyakali ini mencoba mengetengahkan tentang Shalat Dhuha Dan Keutamaannya.
Shalat merupakan bentuk ibadah yang paling penting bagi setiap muslim. Shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan sangat agung dalam Islam.

Jika iman adalah perkataan dengan lisan, keyakinan dengan hati, dan amalan dengan organ badan, maka shalat merupakan gabungan semua bentuk amalan tersebut, serta bentuk ketaatan kepada Dzat Yang Maha Penyayang.

shalat merupakan solusi bagi setiap persoalan dan jalan keluar dari setiap kegundahan dan kesempitan. Betapa bagusnya jika setiap muslim senantiasa bergegas menuju rumah Allah di muka bumi ini untuk mengerjakan shalat fardhu setiap kali mu‘adzin mengumandangkan adzan, sebagai pertanda masuknya waktu shalat. Akan tetapi, akan lebih bagus lagi manakala jalinan dan komunikasi dengan Rabbnya terus berlanjut hingga di luar waktu shalat fardhu, yaitu ketika masing-masing individu sedang sibuk dengan urusan penghidupan, sekalipun hanya menyempatkan waktu sejenak untuk berdiri di hadapan Kekasihnya dalam keadaan suci dari hadats, untuk menunaikan shalat Dhuha.

Shalat Dhuha Dan Keutamaannya

Pengertian Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Tata Cara melaksanakan Shalat Dhuha :

Pada dasarnya Pelaksanaan shalat dhuha adalah sama dengan shalat fardu yang membedakan hanya bacaan niat dan jumlah rakaatnya saja.

Berikut bacaan niat shalat dhuha :

“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya :
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.

Niat shalat dhuha dilakukan didalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram. Gerakan selanjutnya adalah sama seperti solat pada umumnya.

Surah-surah yang paling baik dibaca ketika shalat dhuha adalah:

Surah Al-Waqi’ah
Surah Asy-Syams
Surah Ad-Duha
Surah Al-Kafirun
Surah Quraisy
Surah Al-Ikhlas

Surah yang paling disunahkan ketika salat dhuha yaitu :

Rakaat pertama disunahkan membaca Surah Asy-Syams.
Rakaat kedua disunahkan membaca Surah Ad-Duha.

Untuk rakaat berikutnya:

Setiap rakaat pertama disunahkan membaca Surah Al-Kafirun.
Setiap rakaat kedua disunahkan membaca Surah Al-Ikhlas.

Setelah selesai kita membaca doa seperti yang Rasulullah SAW ajarkan. Doa-nya adalah sebagai berikut:

Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Bahasa Arab-Bahasa Indonesia dan Artinya :

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Ya Alloh, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Alloh, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Beberapa Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut ini beberapa keutamaan shalat Dhuha :

1.orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

2.Allah menyukupkan rezekinya.

“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

3.orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah.

“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

4.orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah.

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

5.barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah.

“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

6.orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah.

“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

7.Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!

Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

8.Mendapat Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

9.Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

10.Shalat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

Demikian yang bisa saya sampaikan,mudah mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua..amiin

wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Syarat Utama Doa Pembuka Rejeki

Doa mustajab kali ini mengetengahkan syarat utama sebuah doa Pembuka Rejeki.

Bagi anda yang merasa selama ini rejeki yang anda dapatkan selalu tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari hari atau anda sedang di lilit hutang bahkan anda merasa rejeki yang anda peroleh tidak berkah yang di tandai berapapun penghasilan anda selalu pengeluaran lebih besar dari penghasilan tersebut..untuk hal hal tersebut ada baiknya anda melihat pejelasan amalan amalan yang di ijazahkan secara khusus :

1. Amaliah membuka Harta gaib

2. Amaliah Doa Fulus

3. Amaliah Bismillah Pembuka Rejeki

4. Membuka pintu rejeki dengan surah Yasin

Insya Allah salah satu amaliah tersebut ada yang sesuai dengan masalah anda.

pembuka rejeki

Banyak rekan pembaca yang menanyakan persyaratan utama di kabulkannya sebuah doa pembuka rejeki,untuk itu sebaiknya anda menyimak penjelasan dibawah ini ,

pada kesempatan ini saya juga memberikan beberapa alternatif untuk memenuhi persyaratan tersebut dengan harapan bagi rekan pembaca yang ingin melakukannya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan anda saat ini.

Doa Pembuka Rejeki

“BERDO’A LAH KEPADAKU PASTI AKAN AKU KABULKAN DO’AMU”

Adalah janji Allah yang Maha menepati janji,

Pertanyaannya..Kenapa do’a kita banyak yang tidak (di tangguhkan) dikabulkan ???

Sebelumnya marilah kita lihat dulu bagaimana sebenarnya bentuk bentuk dari doa yang kita panjatkan.secara garis besar doa doa dibagi menjadi dua bagian:

1.DOA YANG DIUCAPKAN:
Yaitu doa yang dilafazkan dengan lidah,dan di yakini dengan hati.( dalam bahasa apapun )

2.DOA YANG DILAKUKAN:
Yaitu doa yang di terjemahkan dalam perbuatan sehari hari.
Dari bentuk bentuk doa ini sudah kita dapatkan sebuah gambaran apakah doa kita akan dikabulkan ataukah akan di tangguhkan

( walaupun sebenarnya tidak ada doa yang tidak dikabulkan kalau melihat dari bentuk doa doa ini )

Untuk lebih memudahkan rekan pembaca,saya berikan sebuah contoh:

1.Si A berdoa secara khusus setiap malam “ya ALLAH berilah hamba kekayaan dari rejekiMU halal”.tetapi pada siang harinya si A ini cuma tidur tiduran sambil menunggu datangnya “kekayaan”.

2.Si B tidak berdoa secara khusus setiap malam,dia menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah,”ya Allah kayakan aku kalau itu baik bagiku dan miskinkan aku kalau itu baik bagiku”.Pada siang harinya dia bekerja keras menurut jalan yang di syariatkan dalam islam.

3.Si C berdoa secara khusus setiap malam dengan doa yang sama dengan si A lalu pada siang harinya dia bekerja keras sama seperti si B.

Dari ketiga orang tersebut tentunya kita semua setuju bahwa Si C akan lebih cepat di berikan “kekayaan” oleh Allah.kemudian si B dan terakhir si A.

Apa alasannya ??

Si A Cuma mengandalkan satu bentuk doa sementara bentuk doa lainnya malah bertentangan dengan doa yang terdahulu.

Si B doa pertamanya merupakan bentuk penyerahan sedangkan doa dalam bentuk perbuatannya sehari hari mencerminkan pengharapan agar di berikan “kekayaan “

Si C ini merupakan mu’min sejati dimana doa yang satu di dukung oleh doa yang lain.

Doa dan Tawakal

“BARANG SIAPA BERTAWAKAL KEPADA ALLAH MAKA ALLAH PASTI MENCUKUPINYA”

Merupakan janji Allah kepada kita yang mau bertawakal kepadaNya.
Banyak orang yang menyalah artikan tawakal dalam kehidupan sehari hari bahkan ada yang sebagian orang yang beranggapan bahwa tawakal sama dengan putus asa ( sadis juga tuh orang ).

Tawakal adalah perpaduan dari beberapa sifat terpuji antara lain; Qana’ah(menerima),raja’(harap)dan husnuzzdhan( sangka baik ).
Unsur yang terpenting dalam pelaksanaan tawakal adalah ILMU
Tanpa ilmu maka tawakal bisa menjadi kenekatan yang membabi buta,
Tanpa ilmu tawakal juga bisa menjadi putus asa

Kita ambil contoh

1.orang yang berdoa sebelum berangkat lalu mengendarai mobil tanpa mempelajari cara mengendarai mobil maka orang ini tawakal atau nekat ??

2.orang yang berdoa sebelum berdagang tetapi tidak mempelajari cara berdagang apakah tawakal atau nekat.??

3.orang yang berdoa lalu tidak melakukan apa apa karena menunggu hasil dari doanya maka orang ini tawakal atau putus asa ??

SYARAT UTAMA DOA PEMBUKA REJEKI

Yang menjadi syarat utama doa pembuka rejeki adalah ILMU ,di mana ilmu disini meliputi:

1.ilmu dari jenis doa pembuka rejeki,baik tatacara,lafaznya,waktunya,syarat dan pantangan dll yang berhubungan dengan pengamalan suatu doa pembuka rejeki.

2.ilmu yang berkaitan dengan suatu ikhtiar ataupun usaha sebagai bentuk doa dalam perbuatan sehari hari,misalnya ilmu perdagangan,perkebunan,peternakan,perikanan,perbengkelan dll baik itu di dapat dari membaca maupun berlatih.

Jadi ilmu adalah Faktor yang sangat penting dalam setiap keadaan.
Pertanyaannya sekarang : ilmu apa yang harus saya pelajari untuk membuka pintu rejeki ???

Sebuah pertanyaan yang cukup sulit menjawabnya,karena itu saya hanya bisa memberikan beberapa pendapat /saran dalam menentukan ilmu membuka pintu rejeki:

1.ilmu untuk doa yang dilafazkan sesuaikan dengan waktu luang yang anda miliki,gunakan waktu luang anda sebaik mungkin termasuk untuk berdoa.( pada blog ini doa tersebut ada ijazah umum dan ada ijazah khusus ).setiap doa mempunyai keistimewaan sendiri sendiri.

2.Ilmu untuk doa dalam bentuk usaha /ikhtiar ,maka perlu di perhatikan hal hal sebagai berikut:

A.HARGA
Kalau anda harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmu tersebut,pastikan manfaat dari ilmu tersebut lebih besar dari harga belinya.

B.SESUAI KEBUTUHAN ANDA
Pastikan ilmu tersebut bisa anda terapkan,artinya sekalipun ilmu membuat pesawat itu bagus namun karena tidak bisa anda terapkan maka anda tidak perlu membeli ilmu tentang hal itu.

C.KONDISI LINGkUNGAN
Bagi anda yang tinggal di daerah kering maka ilmu tentang pertanian lebih utama di banding perikanan,begitu juga sebaliknya

D.SARANA DAN PRASARANA
Pastikan dalam pelaksanaan ilmu ini nantinya sarana maupun prasarana pendukungnya tersedia secara memadai,baik itu alat,bahan,transport,maupun marketnya,sehingga hasil yang di inginkan dengan ilmu ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Shalat Sunat Tasbih dan Khasiatnya

shalat sunat tasbihDoa mustajab kali ini Mengetengahkan perihal Khasiat shalat sunat tasbih
Ini sebuah cerita nyata.suatu hari seorang Kyai naik ojek motor,ia melihat bahwa tukang ojek yang membawanya pergi sedang di landa duka nestapa,”Hidup saya sangat memprihatinkan ,satu kamar di gunakan untuk dapur dan tidur”,apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki keadaan saya pak..?? “Lakukanlah shalat tasbih setiap hari” jawab pak Kyai.

Besok harinya ,tukang ojek ini menjalankan dengan rajin apa yang di anjurkan Kyai tersebut karena memang dia berkeinginan kuat untuk memiliki rumah yang layak bagi anak dan istrinya.
Satu tahun berlalu dan si tukang ojek tetap menjalankan shalat tasbih dengan tekun.sampai suatu hari ada seorang saudagar ingin membeli tanah,Ia bertemu tukang ojek tersebut dan mengutarakan maksudnya,Tukang ojek mengantarkan saudagar tersebut kepada pemilik tanah yang ingin di jual.

Singkat cerita ,saudagar tersebut berhasil membeli tanah,Ia pun mengucapkan terimakasih kepada tukang ojek yang telah memberikan jalan baginya,serta memberikan tips kepada tukang ojek tersebut sejumlah uang yang besarnya ratusan juta rupiah.

Dengan berlinangan air mata dia mengucap Alhamdulillah karena dengan uang tersebut dia bisa membangun rumah.
Demikian sepenggal kisah kelebihan dari shalat sunat tasbih,Saya yakin banyak kisah serupa yang terjadi terkait dengan shalat sunat tasbih

Shalat sunat tasbih dan tatacaranya

“Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”

Takhrij Hadits

Hadits riwayat Abu Dawud 1297; Ibnu Majah, 1387; Ibnu Khuzaimah, 1216; al-Hakim dalam Mustadrak, 1233; Baihaqi dalam Sunan Kubra, 3/51-52, dan lainnya dari jalan Abdurrahman bin Bisyr bin Hakam, dari Abu Syu’aib Musa bin Abdul Aziz, dari Hakam bin Abban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Sanad ini berderajat hasan.
Hadits ini juga memiliki banyak jalan yang menguatkan, sehingga sangat banyak ulama Ahli Hadits yang menguatkannya. Dalam riwayat lain disebutkan,

“Dari Abul Jauza’, dia berkata, ‘Telah bercerita kepadaku seorang laki-laki yang termasuk sahabat Nabi. Orang-orang berpendapat, dia adalah Abdullah bin Amr, dia berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Datanglah kepadaku besok pagi. Aku akan memberimu hadiah, aku akan memberimu kebaikan, aku akan memberimu.’ Sehingga aku menyangka, bahwa beliau akan memberiku suatu pemberian. Beliau bersabda, ‘Jika siang telah hilang, berdirilah, kemudian shalatlah empat rakaat’ (Kemudian dia menyebutkan seperti hadits di atas) Beliau bersabda, ‘Kemudian engkau angkat kepalamu –yaitu dari sujud kedua-, lalu duduklah dengan sempurna, dan janganlah kamu berdiri sampai engkau bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, bertakbir sepuluh kali, dan bertahlil sepuluh kali. Kemudian engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Sesungguhnya, jika engkau adalah penduduk bumi yang paling besar dosanya, engkau diampuni dengan sabab itu.’ Aku (sahabat itu) berkata, ‘Jika aku tidak mampu melakukannya pada saat itu?’ Beliau menjawab, ‘Shalatlah di waktu malam dan siang.’” (HR. Abu Dawud, no. 1298).

Juga diriwayatkan Thabarani dan Ibnu Majah, no. 1386, pada akhir hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seandainya dosa-dosamu semisal buih lautan atau pasir yang bertumpuk-tumpuk, Allah mengampunimu.” (Dishahihlan al-Albani dalam Shahih at-Targhib Wat Tarhib, 1/282).
Ulama yang Melemahkan Hadits Shalat Tasbih
Sebagian ulama melemahkan hadits shalat tasbih.

ulama yang melemahkan tersebut:

1. Ketika mengomentari hadits shalat tasbih yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Abu Bakar Ibnul A’rabi berkata, “Hadits Abu Rafi’ ini dha’if, tidak memiliki asal di dalam (hadits) yang shahih dan yang hasan. Imam Tirmidzi menyebutkannya hanyalah untuk memberitahukannya agar orang tidak terpedaya dengannya.” (Tuhfzatul Ahwadzi Syarh Tirmidzi, al-Adzkar karya an-Nawawi, hal. 168).

2. Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan hadits-hadits shalat tasbih dan jalan-jalannya, di dalam kitab beliau al-Maudhu’at, kemudian men-dha’if-kan semuanya dan menjelaskan kelemahannya.

3. Imam adz-Dzahabi rahimahullah menganggapnya termasuk hadits munkar (Mizanul I’tidal, 4/213. Dinukil dari Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 32, tahqiq Syaikh Abdullah al-Laitsi al-Anshari).

Ulama yang Menguatkan

Namun, sejumlah ulama besar Ahli Hadits telah menguatkan menshahihkan hadits shalat tasbih, di antaranya:
1. Ar-Ruyani rahimahullah berkata dalam kitab al-Bahr, di akhir kitab al-Janaiz, “Ketahuilah, bahwa shalat tasbih dianjurkan, disukai untuk dilakukan dengan rutin setiap waktu, dan janganlah seseorang lalai darinya.”

2. Ibnul Mubarak. Beliau ditanya, “Jika seseorang lupa dalam shalat tasbih, apakah dia bertasbih dalam dua sujud sahwi 10, 10 (sepuluh, sepuluh)?” Beliau menjawab, “Tidak, Shalat tasbih itu hanyalah 300 (tiga ratus) tasbih.” Dalam riwayat ini, Ibnul Mubarak tidak mengingkari shalat tasbih, yang menunjukkan bila beliau membenarkannya (Al-Adzkar, hal. 169). Imam Tirmidzi rahimahullah berkata, “Ibnul Mubarak dan banyak ulama berpendapat (disyariatkannya) shalat tasbih dan mereka menyebutkan kautamaannya.” (Al-Adzkar, hal. 167).

3. Al-Hafizh al-Mundziri (wafat 656 H) berkata, “Hadits ini telah diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi, dan yang paling baik ialah hadits Ikrimah ini. Dan telah dishahihkan oleh sekelompok ulama, di antaranya al-Hafizh Abu Bakar al-Aajuri, Syaikh kami al-Hafizh Abul Hasan al-Maqdisi, semoga Allah merahmati mereka. Abu Bakar bin Abu Dawud berkata, “Aku mendengar bapakku berkata, ‘Tidak ada hadits shahih dalam shalat tasbih, kecuali ini’.” Muslim bin al-Hajjaj berkata, “Tidaklah diriwayatkan di dalam hadits ini sanad yang lebih baik dari ini (yakni isnad hadits Ikrimah dari Ibnu Abbas).” (Shahih at-Targhib wat Targhib, 1/281, karya al-Mundziri, tahqiq al-Albani).

4. Imam Nawawi rahimahullah (wafat 676 H), beliau membuat satu bab, Bab: Dzikir-dzikir Shalat Tasbih, di dalam kitabnya al-Adzkar, hal. 166. Beliau juga menyebutkan perselisihan para ulama tentang hadits-hadits shalat tasbih, dan beliau termasuk ulama yang menyatakan disyariatkannya shalat tasbih.

5. Imam Ibnu Qudamah rahimahullah (wafat 689 H) berkata, “Disukai untuk melakukan shalat tasbih.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 47, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan).

6. Syaikh as-Sindi (wafat 1138 H) berkata, “Hadits ini (shalat tasbih) telah dibicarakan oleh huffazh (para ulama ahli hadits). Yang benar, bahwa hadits ini hadits tsabit (kuat). Sepantasnya orang-orang mengamalkannya. Orang-orang telah menyebutkannya panjang lebar, dan aku telah menyebutkan sebagian darinya dalam catatan pinggir kitab (Sunan) Abu Dawud dan catatan pinggir kitab al-Adzkar karya an-Nawawi.” (Ta’liq dalam Sunan Ibnu Majah, 1/442).

7. Syaikh al-Albani rahimahullah menshahihkan hadits shalat tasbih ini dalam kitab Shahih at-Targhib Wat Targhib, 1/281.
8. Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari berkata mengomentari perkataan Ibnu Qudamah di atas, “Banyak ulama telah menshahihkan isnad hadits shalat tasbih, dan lihatlah (kitab al-Atsar al-Marfu’ah Fil Akhbar al-Maudhu’ah, hal. 123-143, karya al-Laknawi rahimahullah. Beliau telah mengumpulkan hal itu dengan sangat banyak.” (Catatan kaki Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 47, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan).

9. Syaikh Salim al-Hilali menshahihkan hadits shalat tasbih dalam kitab beliau Mukaffiratudz Dzunub.

10. Syaikh Abu Ashim Abdullah ‘Athaullah berkata, “Riwayat Abu Dawud; Timidzi; Ibnu Majah; Abdur Razzaq di dalam al-Mushannaf; al-Baihaqi dalam as-Sunan; dan al-Hakim di dalam al-Mustadrak; (derajat hadits) shahih li ghairihi.” (I’lamul Baraya Bi Mukaffiratil Khathaya., hal. 40, taqdim: Syaikh Mushthafa al-Adawi).

11. Selain para ulama di atas, yang juga termasuk menshahihkan hadits shalat tasbih ini ialah Imam Daruquthni, Ibnu Mandah, al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu shalah, Ibnu Hajar al-Asqalani, as-Suyuthi, Syaikh Ahmad Syakir, dan lainnya

Akhirul kalam

Derajat hadits shalat tasbih adalah shahih li ghairihi, sehingga dapat diamalkan. Adapun para ulama men-dha’if-kannya atau menyatakan bahwa hadits shalat tasbih adalah palsu, karena tidak mendapatkan hadits yang kuat sanadnya. Tetapi, hal ini bukan berarti seluruh sanad hadits shalat tasbih tidak shahih. Karena sebagiannya yang berderajat hasan, kemudian dikuatkan jalan lainnya, sehingga meningkat menjadi shahih li ghairihi. Wallahu a’lam.

2. Shalat tasbih hukumnya sunnah, bukan wajib sebagaimana anggapan sebagian orang.

3. Cara shalat tasbih sebagaimana hadits di atas.

4. Shalat tasbih dilakukan 4 rakaat dengan satu salam, sesuai dengan zhahir hadits. Ada juga sebagian ulama yang menyatakan dengan dua salam.

5. Waktunya boleh siang ataupun malam.

Bid’ah Seputar Shalat Tasbih

Syaikh Salim al-Hilali dalam kitab beliau Mukaffiratudz Dzunub, menyebutkan tiga bid’ah berkaitan dengan shalat tasbih ini, yaitu:

1. Mengkhususkan pada bulan Ramadhan, atau mengkhususkannya pada tanggal 27 Ramadhan.
2. Melakukan secara berjama’ah.
3. Melakukan sehari lebih dari sekali. (Selain bid’ah di atas, ada juga bid’ah lainnya, seperti:)
4. Sebagian kaum muslimin ada yang melakukan setiap selapan (istilah Jawa, yaitu 35 hari) sekali.

Apa yang disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain, hal. 115, bahwa surat yang paling utama dibaca dalam shalat tasbih adalah permulaan surat al-Hadid, al-Hasyr, ash-Shaf, dan ath-Thaghabun. Jika tidak, maka surat al-Zalzalah, al-‘Adiyat, al-Haakum, dan al-Ikhlas, maka kami tidak mengetahui dalil yang jelas tentang hal ini. Wallahu a’lam.

Demikian juga apa yang dinukil di dalam I’anathuth Thalibin, hal. 259 dari perkataan Imam Suyuthi, bahwa surat yang dibaca adalah al-Haakum, al-‘Ashr, al-Kafirun dan al-Ikhlas, kami tidak mengetahui dalil yang jelas tentang hal ini. Sedangkan di dalam hadits di atas, Rasulullah tidaklah mengkhususkan dengan surat tertentu,. Wallahu a’lam.

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Bismillah Pembuka Rejeki

Kali ini doa mustajab akan membahas tentang bismillah pembuka rejeki.

Bismillahirrahmanirrahiim

bismillah pembuka rejekiSiapa muslim yang tidak kenal dengan pembuka surah ini,tentunya tidak ada..karena dalam setiap pembacaan ayat ayat alqur’an sangat di sarankan agar di dahului dengan Basmallah.

Keutamaan bismillah ini sangatlah banyak baik yang berkaitan dengan masalah dunia maupun yang berkaitan dengan masalah akhirat.
Malahan anda yang berpendapat bahwa semua ilmu terangkum dalam alqur’an,alqur’an terangkum dalam surah alfatihah dan alfatihah terangkum dalam bismillahirrahmanirrahiim.

Dalam pengamalan bismillah sebagai suatu amalan pembuka rejeki juga banyak sekali jenis ilmunya,dan setiap ilmu tentunya berbeda beda tatacara pengamalannya baik jumlah pembacaannya maupun waktunya.

salah satu contohnya untuk amalan pembuka rejeki yang dibaca setelah shalat shubuh:
-Di baca 1000x
-Menghadap ke timur
-Pintu kamar anda tempat anda berzikir di bukakan sedikit.

Bismillah pembuka rejeki

Doa mustajab bismillah pembuka rejeki ini di samping mengunakan bismillahirrahmanirrahiim sebagai inti tenaganya ,juga menngunakan sebuah doa khusus untuk pengamalannya.

di samping itu doa ini sangat menekankan pentingnya landasan shalat yang menitik beratkan agar segala sesuatu yang ingin di capai mendapat berkah.sehingga dalam pengamalan doa ini di lakukan setiap selesai mengerjakan shalat 5 waktu.

Disamping itu dalam doa khususnya di gunakan juga kekuatan dari huruf huruf yang disatukan dalam alqur’an yang tidak bisa diartikan secara harfiah tetapi lebih kepada arti maknawi ..mis kafhayaa’ainshad.

Beberapa hal yang dianjurkan dalam pengamalan doa ini :

1.Sedekah,sangat baik bagi anda untuk semakin memperbanyak sedekah saat mengamalkan doa ini.sebagaimana kita ketahui bahwa sedekah adalah salah satu kunci utama dari beberapa kunci utama pintu rejeki.

2.Banyak membaca salawat,istigfar,dan tahlil agar terhindar dari sifat sombong dan angkuh serta sebagai jembatan doa.

Sebagaimana doa pembuka rejeki pada umumnya,doa ini adalah sebuah permohonan agar rejeki yang kita dapatkan semakin bertambah juga semakin mendapat berkah ,maka di sarankan agar doa mustajab ini menjadi sebuah amalan rutin.

Mohon maaf saya tidak menuliskan doa dan tatacara amaliah Bismillah Pembuka Rejeki  dalam artikel ini,karena akan di serahkan kepada anda yang benar benar memerlukan dan mau menjalankan amaliahnya dengan sungguh sungguh dalam bentuk pengijazahan khusus yang menggunakan mahar Rp.100.000..mengenai sebab penggunaan mahar dalam ijazah ini bisa di lihat di halaman tentang mahar.

bagi anda yang ingin mendapatkan ijazahnya silahkan ke bagian Form Pemesanan ijazah di pojok atas sebelah kanan atau email ke fathul.ahadi@yahoo.com

Sekian dulu dari saya semoga semua ini bisa berguna bagi kita semua …amiin

Wasalam
Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS