Arsip Tag: rezeki

Penghalang Turunnya Rezeki

Bagi anda yang merasa selama ini rejeki yang anda dapatkan selalu tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari hari atau anda sedang di lilit hutang bahkan anda merasa rejeki yang anda peroleh tidak berkah yang di tandai berapapun penghasilan anda selalu pengeluaran lebih besar dari penghasilan tersebut..untuk hal hal tersebut ada baiknya anda melihat pejelasan amalan amalan yang di ijazahkan secara khusus :

1. Amaliah membuka Harta gaib

2. Amaliah Doa Fulus

3. Amaliah Bismillah Pembuka Rejeki

4. Membuka pintu rejeki dengan surah Yasin

Insya Allah salah satu amaliah tersebut ada yang sesuai dengan masalah anda.

penghalang turunnya rejekiDoa mustajab kali ini memcoba menjawab beberapa pertanyaan dari saudara saudara kita :

-Kenapa rejeki saya tidak pernah mencukupi,padahal saya selalu bekerja keras.

-Saya sudah mengamalkan semua doa pembuka rejeki baik dari web ini maupun dari sumber lain ,kenapa rejeki saya tetap seret.

-Apakah dengan mengamalkan doa pembuka rejeki maka rejeki saya akan meningkat

-dan beberapa pertanyaan sejenis…mudah mudahan postingan kali ini bisa membantu menjawab pertanyaan pertanyaan di atas..

Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menggapai rezeki dengan berbagai potensi yang kita miliki. Kemampuan fisik kita mungkin tidak ada yang meragukan dan meremehkan. Pemikiran kita sudah mendapatkan bekal yang sangat cukup. Tak lupa juga kita senantiasa berdo’a. Tapi mengapa kok rezeki susah banget kita dapatkan. Kita datangi, e.. dia malah menjauh. Sudah ada di hadapan mata, mau kita ambil keburu di duluan yang lain. Sudah ada tangan, tinggal mau menikmati, ada yang merampas dengan kasar. Berlimpah rezeki sudah kita kumpulkan, pengeluaran selalu lebih besar dari pada pemasukkannya. Tanpa diduga, usaha yang dibangun puluhan tahun yang melimpah ruah dalam sekejap bisa lenyap. Ada musibah alam yang tidak kita kehendaki. Ada juga krisis yang melanda dunia yang berimbas juga terhadap usaha kita.

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi, benar atau tidak cara mendapatkannya.

Penghalang Turunnya Rezeki

Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla menahan rezeki yang bersangkutan.

1. Hilangnya Rasa Tawakal

Kita menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal, Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq [63]: 3).

berkurangnya keyakinan terhadap Allah. Pemberi Rezeki adalah Allah. Maka mintalah kepada-Nya, jangan minta selain Allah. Apalagi sampai jadi ngemis sama manusia. Ngemis mah boleh, tapi ngemisnya ke Allah. Ngeluh sih juga boleh, tapi ngeluhnya ya ke Allah. Berkeluh kesahlah kepada Allah dengan memperbaiki kualitas ibadah dan keyakinan kita terhadap Kemahakuasaan-Nya.

Bahwa Allah-lah yang dapat mendatangkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Dan Allah jualah yang akan mengambil kembali apa yang sudah diberikan-Nya. Kapan Allah mengambil kembali rezeki-Nya? Kalau saudara pergunakan rezeki itu untuk hal-hal yang diharamkan Allah. Punya usaha, keuntungannya dicicil untuk berzina. Baru dikasih untung sedikit saja, sudah berzina, bagaimana mau untung? Allah sebenarnya tidak benci.. Allah itu sayang. Allah bilang, kalau dikasih duit lebih banyak lagi nanti makin hancur, duit pas-pasan saja zinanya berkali-kali bagaimana kalau duitnya banyak.

2.Lupa dengan Kewajiban

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi (QS. Al Munafikun: 9)

Banyak aktivitas kita yang membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh. Kita disibukkan oleh kerja, sehingga lupa shalat, lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, lupa menuntut ilmu agama, lupa menjalankan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Akibatnya, pekerjaan kita tidak berkah.

Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat pada Allah. Sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

3. Memelihara sifat kikir

Siapa pun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan, serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh butir, yang pada tiap-tiap butir itu terurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS al- Baqarah [2]: 261).

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Ali Imran: 180).

4. Berusaha tidak memperdulikan halal atau haram

Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam suatu saat melewati seonggok makanan yang dijual di pasar. Lalu Rasulullah memasukkan tangannya ke dalam onggokan makanan itu hingga jari beliau menyentuh makanan yang basah. Rasulullah bertanya, “Apa ini wahai penjual makanan?” Penjual makanan menjawab, “Itu kena hujan wahai Rasulullah!” Rasulullah bersabda: “Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas supaya dapat dilihat orang-orang? Barang siapa berbuat curang maka ia bukan golongan kami “(HR Muslim).

Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia dan tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita telanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

5.Gemar berbuat maksiat

Hindari dosa dosa besar terutama dosa dosa:

1. Syirik (Menyekutukan Allah) Syirik adalah dosa besar penghalang rezeki, syirik adalah dosa yang tidak diampuni. Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan masih syirik maka ia akan berada dalam neraka selamanya.

2. Meninggalkan Sholat Sholat adalah wajib, meninggalkan sholat adalah dosa besar. Ada baiknya anda selalu menjaga sholat anda, sebisa mungkin ditunaikan. Sebaiknya ketika panggilan Allah (azan) berkumandang segeralah penuhi panggilannya, jangan ditunda. Nggak mau juga kan rezekinya ditunda oleh Allah.

3. Durhaka Kepada Orang Tua Surga ditelapak kaki ibu, durhaka kepada kedua orang tua sama saja menjauhkan diri dari surga. Sekaligus menjauhkan dari rezeki yang halal.

4. Zina Bagaimanapun jangan pernah melakukan zina. Hukuman orang yang berzina sangatlah berat dan juga termasuk dari dosa besar.

5. Rizki Haram Perolehlah rizki dengan cara yang halal, dengan usaha yang halal. Rizki yang diperoleh secara haram bisa memutus rizki halal karena rizki haram adalah termasuk dosa besar penghalang rezeki halal.

6. Minum Khamr Minuman keras atau khamr merupakan minuman yang memabukkan. Terdapat banyak hal yang mudharat pada khamr ini. Jauhilah khamr karena Allah.

7. Memutus Silaturahim Memutus silaturahim merupakan hal yang menghalangi rezeki, sebaliknya menyambung silaturahim adalah hal yang mendatangkan rezeki.

8. Menuduh dan Bersaksi Palsu Hati hati dengan ucapan anda, mulutmu harimaumu. Terkadang mulut susah untuk dikendalikan, tapi cobalah berkata yang baik atau diam.

9. Kikir dan Pelit Kikir merupakan dosa penghalang rezeki, jauhilah kikir. Sebaliknya dermawan, suka menolong merupakan sikap yang mendatangkan rezeki.

10. Ghibah Ghibah atau gosip, membicarakan keburukan orang merupakan dosa besar! Awas, ghibah juga bisa dalam acara televisi .

Mudah mudahan hal hal di atas bisa menjawab kenapa rejeki seperti terhalang..wallahu a’lam
Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

 

Wasalam

 

Fathul ahadi

5 Pintu Utama Rezeki

Doa mustajab kali ini mencoba membahas tentang 5 pintu utama rejeki..

Bagi anda yang merasa selama ini rejeki yang anda dapatkan selalu tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari hari atau anda sedang di lilit hutang bahkan anda merasa rejeki yang anda peroleh tidak berkah yang di tandai berapapun penghasilan anda selalu pengeluaran lebih besar dari penghasilan tersebut..untuk hal hal tersebut ada baiknya anda melihat pejelasan amalan amalan yang di ijazahkan secara khusus :

1. Amaliah membuka Harta gaib

2. Amaliah Doa Fulus

3. Amaliah Bismillah Pembuka Rejeki

4. Membuka pintu rejeki dengan surah Yasin

Insya Allah salah satu amaliah tersebut ada yang sesuai dengan masalah anda.

5 pintu rejekiSeperti yang kita ketahui bersama bahwa Allah telah menjamin rejeki seseorang dan di berikan melalui pintu pintu rejeki,semakin banyak kita memasuki pintu pintu rejeki tersebut maka semakin banyak rezeki yang akan di karuniakan Allah kepada kita.

Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Permasalahannya, kerap kali manusia lebih berorientasi menunggu rezeki daripada menjemputnya.

Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim agar dalam mencari rezeki mengguna kan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya.dengan tidak melupakan dua hal penting :

Pertama, rezeki yang didapatkan adalah yang baik.

“Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian” (QS Al-Baqarah 2: 127)
Terkait ayat di atas, Ahmad Musthafa Al-Maraghi menyatakan betapa pentingnya seorang Muslim mengonsumsi makanan yang halal, bersih, dan lurus.

Halal maksudnya adalah tidak mengandung kedurhakaan terhadap Allah SWT. Bersih bermakna tidak mengandung perkara yang melupakan Allah. Sedangkan, lurus berarti rezeki tersebut mampu menahan nafsu dan memelihara akal.

Kedua, untuk mendapatkan rezeki yang baik, dan menggunakan cara-cara yang baik pula.

Islam melarang segala bentuk upaya mendapatkan rezeki dengan cara-cara yang zalim

Mengapa Islam menekankan pentingnya rezeki yang halal?Karena, setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan memengaruhinya, baik secara fisik, emosional, psikologis, maupun spiritual.

Rezeki yang halal menghadirkan ketenangan jiwa. Hidup akan lebih terarah dan menjadikan pintu-pintu keberkahan terbuka semakin lebar.

Selain itu, rezeki yang halal merupakan syarat diterimanya setiap doa oleh Allah SWT. Rezeki yang halal akan menciptakan tatanan mayarakat dan bangsa yang kuat.

5 Pintu Utama Rezeki

Membuka pintu rejeki dengan cara syar’I sangat dianjurkan dalam Islam, karena pada hakikaknya semua rejeki yang kita dapat tersebut datang dan berasal hanya dari Allah SWT. Oleh karenanya kita dilarang mencari rejeki dengan jalan haram. Seperti datang ke Dukun, minta bantuan jin dll.

Allah SWT memerintahkan kita untuk membuka rejeki-rejeki tersebut dengan jalan yang telah diterangkan baik dalam Al Quran atau Hadits. Dan berikut ini sebagian pintu pintu rejeki :

1.Pintu Istigfar

Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampunan) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan).

Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan,
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”
Tetapi kalimat-kalimat di atas tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta.
Para ulama – semoga Allah memberi balasan yang se-baik-baiknya kepada mereka telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan: “Dalam istilah syara’, taubat adalah meninggalkan dosa karena ke-burukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha mela-kukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna”

Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menje-laskan: “Para ulama berkata, ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga.

Pertama, hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali per-buatan (maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah.

Jika taubat itu berkaitan dengan manusia maka syaratnya ada empat. Ketiga syarat di atas dan keempat, hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Jika ber-bentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengem-balikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau seje-nisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk mem-balasnya atau meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf.”

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitan-nya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka”.

Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hen-daklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Dan hendaknya setiap muslim waspada, sekali lagi hendaknya waspada, dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab itu adalah pekerjaan para pendusta.

2. Pintu Taqwa

Termasuk salah satu pintu rejeki,hal ini bisa dilihat dari beberapa penjelasan

Para ulama Rahimahullaah telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani mendefinisikan: “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan”.

Sedangkan Imam An-Nawawi mendefinisikan taqwa dengan “Mentaati perintah dan laranganNya.” Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah Subhannahu wa Ta’ala .

Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh Imam Al-Jurjani “Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya.”

Karena itu, siapa yang tidak menjaga dirinya, dari perbuatan dosa, berarti dia bukanlah orang bertaqwa. Maka orang yang melihat dengan kedua matanya apa yang diharamkan Allah, atau mendengarkan dengan kedua telinganya apa yang dimurkai Allah, atau mengambil dengan kedua tangannya apa yang tidak diridhai Allah, atau berjalan ke tempat yang dikutuk Allah, berarti tidak menjaga dirinya dari dosa.

Beberapa nash yang menunjukkan bahwa taqwa terma-suk di antara sebab rizki, Di antaranya:

Firman Allah:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3).

Dalam ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa orang yang merealisasikan taqwa akan dibalas Allah dengan dua hal

Pertama, “Allah akan mengadakan jalan keluar baginya.” Artinya, Allah akan menyelamatkannya –sebagaimana dika-takan Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu – dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat.

Kedua, “Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Artinya, Allah akan memberi-nya rizki yang tak pernah ia harapkan dan angankan.

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: “Maknanya, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya,”

3. Pintu Tawakal

Termasuk di antara pintu rizki adalah bertawakkal kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan kepadaNya tempat bergantung.
Yang Dimaksud Bertawakkal kepada Allah

Para ulama-semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan- telah menjelaskan makna tawakkal. Di antaranya adalah Imam Al-Ghazali, beliau berkata: “Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang ditawakkali) semata.”

Al-Allamah Al-Manawi berkata: “Tawakkal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang di tawakkali.”
Menjelaskan makna tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, Al-Mulla Ali Al-Qori berkata: “Hendaknya kalian ketahui secara yakin bahwa tidak ada yang berbuat dalam alam wujud ini kecuali Allah, dan bahwa setiap yang ada, baik makhluk maupun rizki, pemberian atau pelarangan, bahaya atau manfaat, kemiskinan atau kekayaan, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang maujud (ada), semuanya itu adalah dari Allah.”

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Al-Muba-rak, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Qhudha’i dan Al-Baghawi meriwayatkan dari Umar bin Khatab Radhiallaahu anhu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

Allah berfirman:

“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Se-sungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath-Thalaq: 3).

Di antara yang menunjukkan bahwa tawakkal kepada Allah tidaklah berarti meninggalkan usaha adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim dari Ja’far bin Amr bin Umayah dari ayahnya Radhiallaahu anhu , ia berkata:

Dan dalam riwayat Al-Qudha’i disebutkan:
“Amr bin Umayah t berkata: ‘Aku bertanya,’Wahai Rasulullah, Apakah aku ikat dahulu (tunggangan)ku lalu aku bertawakkal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakkal?’ Beliau menjawab, ‘Ikatlah kendaran (unta) mu lalu bertawakkallah’.”

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa tawakkal tidaklah berarti meninggalkan usaha. Dan sungguh setiap muslim wajib bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan penghidupan. Hanya saja ia tidak boleh menyandarkan diri pada kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Allah, dan bahwa rizki itu hanyalah dari Dia semata

4. Pintu Silatur rahim

Di antara pintu-pintu rizki adalah menjaga tali silaturrahim.
Makna ‘ar-rahim’ adalah para kerabat dekat. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:‘Ar-rahim secara umum adalah dimaksud-kan untuk para kerabat dekat. Antara mereka terdapat garis nasab (keturunan), baik berhak mewarisi atau tidak, dan sebagai mahram atau tidak.”

Beberapa hadits dan atsar menunjukkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta’ala menjadikan silaturrahim termasuk di antara pintu pintu rizki. Di antara hadits-hadits dan atsar-atsar itu adalah:

1. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, ‘aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

“Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hen-daknyalah ia menyambung tali silaturrahim.”
Dalam hadits yang mulia di atas, Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menjelaskan bahwa silaturrahim membuahkan dua hal, kelapangan rizki dan bertambahnya usia.

Dalil lain adalah riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar Radhiallaahu anhu ia berkata:

“Barangsiapa bertaqwa kepada Tuhannya dan menyam-bung silaturrahim, niscaya dipanjangkan umurnya dan dibanyakkan rizkinya dan dicintai oleh keluarganya.”

Demikian besarnya pengaruh silaturrahim dalam ber-kembangnya harta benda dan menjauhkan kemiskinan, sam-pai-sampai ahli maksiat pun, disebabkan oleh silaturrahim, harta mereka bisa berkembang, semakin banyak jumlahnya dan mereka jauh dari kefakiran, karena karunia Allah Subhannahu wa Ta’ala .

Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiallaahu anhu dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bahwasanya beliau bersabda:

“Sesungguhnya keta’atan yang paling disegerakan pahalanya adalah silaturrahim. Bahkan hingga suatu keluarga yang ahli maskiat pun, harta mereka bisa berkembang dan jumlah mereka bertambah banyak jika mereka saling bersilaturrahim. Dan tidaklah ada suatu keluarga yang saling bersilaturrahim kemudian mereka membutuhkan (kekurangan).

5. Pintu Sedekah Pintu infaq dan sedekah

Salah satu pintu utama rezeki adalah pintu infaq dan sedekah
Sangat bahagia sekali tentunya bagi kita selaku manusia jika mendapatkan rezeki yang melimpah ruah, dan dari jalan yang tidak disangka-sangka. Namun pada kenyataannya hal demikian jika kita fikir secara logika sangatlah jarang terjadi bahkan malah sangat tidak mungkin.

Bagaimana tidak? Bagi kaum materialistis, mereka yang beranggapan bahwa dunia tidak akan datang dengan sendirinya kecuali kita menjemputnya.

Sungguh mereka tidak menyadari bahwa semuanya telah Allah subhanahuwata’ala berikan dan telah diatur sedemikian rupa. Allah lah yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-makhlukNYa, baik manusia, tumbuh-tumbuhan bahkan hewan terkecilpun telah Allah tetapkan rezeki bagi masing-masing tanpa ada setitik kesalahanpun.

Lalu kenapa kita harus saling berebut jika kita percaya dan beriman kepada NYA bahwa rezeki kita sekali-kali tidak akan pernah diambil ataupun tertukar oleh orang lain?

Sadarkah kita dengan ayat Al Quran surat Al Baqarah 261 berikut:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah* adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan/melipatkan satu kebaikan dari ibn adam menjadi sepuluh kali sampai tujuh ratuh kali lipatan. Kecuali puasa, dan puasa itu hanya untuk Allah, dan Allah sendirilah yang akan membalasnya. Dan bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan disaat berbuka dan kebahagiaan kelak dihari akhir. Dan bau mulutnya orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah disbanding dengan bau harumnya misk”

Uang yang kita sedekahkan dijalan Allah dengan (ikhlas dan tidak riya) yang hanya kecil dimata manusia, namun itu sangat besar di sisi Allah SWT, namun kebanyakan dari kita kurang menyadari akan kedahsyatan sodaqoh tersebut. Sangat jarang sekali kita melihat orang yang mendermakan hartanya untuk kebaikan umat ini, dan meskipun kita melihatnya tidak jarang pula mereka menginfaqkan dan menyedekahkan harta tersebut lantaran hanya untuk dilihat oleh sesame manusia..

Allah berfirman dalam Al Quran disurat Al Baqarah 264:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (Tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir*”

*Mereka Ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi