Arsip Tag: sabar

Sabar dan keutamaannya

Doamustajab2.com kali ini mengetengahkan tentang sabar dan keutamaanya.

sabar dan keutamaannyaDalam surah Al-Baqarah (2) ayat 155-157, Allah SWT berfirman: “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,

mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 155-157).

Surah ini seharusnya menjadi dasar kita dalam menjalani hidup. Ketahuilah, sabar akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini,

pada hakikatnya hanyalah ujian. Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita miliki, anak dan keluarga,

itu semua adalah ujian dari Allah dan titipan Allah. Apakah kita bersyukur atau menjadi kufur?

Sabar dan keutamaannya

Ketahuilah bahwa sabar adalah merupakan akhlak terpuji. Merupakan watak yang disukai. Merupakan perangai yang indah. Sangatlah baik pengaruh dan akibatnya.

Memiliki faedah dan manfaat yang berlimpah. Dengan kesabaran ada kesempatan berfikir jernih sehingga akan memudahkan berbagai urusan.

Oleh karenanya para sahabat dan orang-orang shalih selalu memelihara dan melazimkan sifat sabar ini dalam dirinya. Terutama dalam menjaga ketaatan, menjauhi larangan dan sabar dalam menerima ketetapan Allah.

Sungguh sangat banyak keutamaan sabar yang dijelaskan dalam al-Qur-an dan as Sunnah. Diantaranya adalah:

Pertama : Allah bersama orang-orang yang sabar

Allah berfirman: “Washbiru, innallaha ma’ash shaabirin” Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (Q.S al Anfaal 46).

Ketahuilah bahwa kebersamaan Allah Ta’ala kepada orang yang sabar adalah kebersamaan yang khusus. Allah akan menjaganya, menolongnya dan selalu memberi kekuatan baginya.

Kedua : Ganjaran pahala yang tidak terbatas

Sulaiman bin Qashim berkata : Setiap amalan dapat diketahui ganjarannya kecuali kesabaran yang ganjarannya seperti air mengalir. Kemudian beliau membacakan firman Allah Ta’ala :

“Innama yuwaffash shaabiruuna ajrahum bighairi hisaab” Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas (Q.S az Zumar 10)

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Adapun kesabaran, pahalanya berlipat ganda tidak terbatas.

Hal ini menunjukkan bahwa ganjarannya sangat besar sekali hingga tak mungkin bagi seorang insan untuk membayangkan pahalanya karena tidak bisa dihitung dengan bilangan.

Bahkan juga, pahala sabar termasuk pahala yang maklum diisi Allah tanpa bisa dibatasi. Tidak pula dapat disamakan dengan mengatakan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Kesabaran itu pahalanya tanpa batas. (Syarah Riyadush Shalihin)

Ketiga : Allah mencintai orang yang sabar

Kecintaan Allah Ta’ala adalah pemberian yang agung bagi seorang hamba. Ketahuilah bahwa jika Allah telah mencintai seorang hamba maka semua kebaikan akan datang kepadanya dari segala arah. Keburukan dan gangguan akan hilang dan akan terwujud baginya kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman : “Wallahu yuhibbush shaabiriin” Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (Q.S Ali Imran 146)

Keempat : Aman dari tipu daya musuh

Allah Ta’ala berfirman : “Wain tashbiruu wa tattaquu laa yadhurrukum kaiduhum syai-a.” Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. (Q.S Ali Imran 120)

Imam Ibnu Katsir berkata : Allah mengajarkan orang-orang mukmin kiat agar selamat dari keburukan orang yang jahat dan tipu daya musuh dengan mengamalkan kesabaran dan ketakwaan serta tawakkal kepadanya.

Dia adalah Mahamengetahui para musuh. Tidak ada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan Allah.

Kelima : Mendapat pemberian yang paling baik

Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang insan diberikan pemberian yang lebih baik lagi luas dibanding kesabaran” (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Imam Hasan al Bashri berkata : Sabar adalah perbendaharaan dari perbendaharaan kebaikan. Tidaklah Allah memberikannya kecuali kepada hamba-hamba yang mulia disisi-Nya (Minhajul Qashidin, Imam Ibnu Qudamah)

Keenam : Meraih derajat yang tinggi

Rasulullah bersabda : “Ada seseorang yang meraih kedudukan mulia disisi Allah bukan karena amalnya.

Allah memberikan cobaan kepada dirinya atau hartanya atau anaknya kemudian Allah menjadikannya bersabar, hingga ia dapat meraih derajat yang mulia” (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Diantara hal yg membantu kita utk bisa sabar dlm menghadapi cobaan dan gangguan adalah sbb:

1. Mempelajari ilmu akidah tauhid dgn benar,

2. Memperdalam pemahaman dan memperkuat keimanan kita terhdp takdir Allah yg baik maupun yg buruk, krn ujian dan cobaan itu berupa keduanya, sbgmana Firman Allah:

“Dan Kami menguji kalian dgn keburukan dan kebaikan, dan kalian semua akan dikembalikan kpda Kami.”

3. Mengetahui fadhilah/keutamaan sabar dan kedudukan orag2 yg sabar disisi Allah.

4. Membaca sejarah para Nabi dan Rasul serta perjalanan hidup org2 sholih yg minute mereka mendapat ujian yg lebih berat dari kita.

5. Bergaul dg org2 yg baik dan suka memberi nasehat dan memperingatkan dari kesalahan dan dosa. Sbgmana dikatakan oleh seorang ulama:

“Saudaramu yg setia adalah orang yg selalu memberitahukan kpdmu kekurangan2mu dan memperingatkanmu dari dosa2”.

Dan ini sesuai dg Firman Allah:

“Org2 yg saling mencintai pd hari kiamat kelak sebagian mrk menjadi musuh bagi sebagian yg lain, kecuali org2 yg bertakwa.”
Maksudnya berteman krn keimanan dan ketakwaan.

6. Jangan lupa banyak berdoa kpd Allah agar diberi taufiq dan pertolongan utk dpt IKHLAS dan SABAR serta istiqomah dalam menjalani kehidupan sampai akhir hayat…Wallahu a’lam

Wasalam

Fathul ahadi

Jiwa Yang Tenang

jiwa yang tenangDoa mustajab kali mencoba berbagi sebuah wirid agar bisa mendapatkan jiwa yang tenang,

Jiwa yang tenang

Seperti apakah jiwa yang tenang itu? Jiwa yang tenang adalah sebuah keadaan jiwa yang membuat kita merasa damai, dan sangat menikmati hidup ini. Memiliki jiwa yang tenang adalah salah satu hal yang perlu sekali kita upayakan, agar hidup jadi lebih indah.
Didalam jiwa-jiwa yang tenang tersimpan kekuatan yang dasyat yang mampu menaklukkan isi dunia.

al-Muthma’innah (jiwa yang tenang)

Maka apabila jiwa merasa tentram kepada Allah Ta’ala, tenang dengan mengingat-Nya, dan bertaubat kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, dan menghibur diri dengan dekat kepada-Nya, maka itulah nafsu muthma’innah (jiwa yang tenang). Itulah jiwa yang dikatakan kepadanya tatkala wafat (meninggal dunia),
“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (al-Fajr: 27-30)
Ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,“Wahai jiwa yang tenang.” (al-Fajr: 27)

Berkata Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu: “Wahai jiwa yang membenarkan.”

Qatadah berkata, “Ia adalah jiwa yang beriman, jiwanya tenang kepada apa-apa yang dijanjikan Allah Tabaroka wata’ala.”

al-Hasan berkata, “Jiwanya tenang dengan apa-apa yang difirmankan Allah Tabaroka wata’ala dan membenarkan dengan apa-apa yang difirmankan-Nya.”

Mujahid berkata, “Ia adalah jiwa yang kembali tunduk, ia adalah jiwa yang yakin bahwasanya Allah adalah Rabbnya, ia merasa tenang dengan perintah-Nya dan dengan mentaati-Nya, serta dia yakin akan perjumpaan dengan-Nya.” (ad-Durrul Mantsur, 8/513-514)

Buah Jiwa Yang tenang

Adapun hakikat jiwa yang tenang yaitu as-Sukuun wa al-Istiqraar (diam dan menetap). Yakni jiwa itu benar-benar tenang kepada Rabbnya dengan mentaati perintah-perintah-Nya dan mengingat-Nya, dan tidak tenang kepada selain-Nya. Maka sungguh jiwa itu tenang dengan mencintai-Nya, menjalankan ibadah-beribadah, dan berdzikir kepada-Nya. Jiwa itu tenang dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jiwa itu tenang kepada perjumpaan dengan-Nya dan janji-janji-Nya. Jiwa itu tenang dengan membenarkan dengan sebenar-benarnya akan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Jiwa itu tenang dengan ridha bahwasanya Allah adalah Rabb, Islam adalah diin, dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Jiwa itu tenang dengan qadha dan qadar (takdir baik dan takdir buruk).

Maka jiwa itu tenang dengan Allah bahwasanya Dia adalah satu-satunya Rabbnya, Ilahnya, sesembahannya, rajanya, dan penguasa seluruh perintah, dan kepada-Nya ia akan dikembalikan, dan bahwasanya tiada kecukupan baginya selain dari-Nya walaupun sekejap mata.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang mampu merasakan manisnya iman,indahnya islam dan ihsan,..di dalamnya jiwanya terkumpul sifat sifat terpuji,sabar sudah pasti,qana’ah,zuhud,tawadhu,ikhlas sehingga pantaslah dia di panggil Allah untuk masuk ke dalam surganya..

Amaliah untuk meraih ketenangan jiwa

Kali ini ijinkan saya untuk berbagi sebuah amaliah rutin atau wirid yang di baca setelah selesai shalat subuh .
di baca 7x..insya Allah anda akan memiliki ketenangan jiwa yang baik dalam menjalani kehidupan ini.

al-fajr-27-30

Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua..amiin
Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi