Tag Archives: shalat sunat

Shalat sunat Qada’al Fawa’id

shalat sunat qadha al fawa'idDoa mustajab ingin memperkenalkan kepada anda sebuah shalat sunat yang mungkin anda belum pernah mendengarnya,dimana shalat sunat tersebut tidak seperti shalat sunat pada umumnya sebanyak 2 rakaat tetapi shalat sunat ini sebanyak 4 rakaat.

Shalat sunat ini mengambil pembersihan diri (taubat) sebagai roh shalat.

Menurut sumber yang mengijazahkan shalat sunat ini faedah shalat ini bisa mendatangkan pahala/berkah sebagaimana anda mengerjakan shalat sunat biasa selama 73 tahun,bukan berarti bisa menggantikan dosa meninggalkan shalat wajib..karena kita semua tahu shalat wajib pahalanya tidak bisa di samakan dengan shalat sunat apapun namanya,begitu pula dengan dosa kalau di tinggalkan..karena shalat sunat apapun namanya tetap berfungsi sebagai pelengkap..

Shalat sunat qadha’al fawa’id

*Shalat ini dilakukan antara shalat magrib dan shalat isya.
USHALLI THA’ATAL QADHA’AL FAWA’ID ARBA’A RAK’ATIN LILLAHI TA’ALAA ALLAHU AKBAR

*Rakaat pertama dan kedua sesudah alfatihah baca ayat kursi 1x
*Rakaat ketiga dan keempat sesudah alfatihah baca surah alkautsar 15x

*Setelah salam baca:
1) ASTAGFIRULLAHAL ADHIIM INNALLAHA GAFUURURRAHIIM 17X
2) ASTAGFIRULLAHAL ADHIIM LII 17X
3)ASTAGFIRULLAHAL ADHIIM WA LIWALIDAYYA 17X

Lalu baca doa ini:
BISMILLAHIRRAHMANIIRRAHIIM
ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIIN WASHALATU WASSALAMU ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHII WA SAHBIHI AJ’MAIN # ALLAHUMMAG FIRLII DZUNUUBII IN KUTSIRAT FATAQABBAL MINASH SHALATI WA IN KUTSIRAT # ALLAHUMMA QADHAI’TANII QADHA’AN FAJA’ALNI RADHIYYAN WAIM BALAW TANII BALA’AN FAJA’ALNI SYAKIIRAN WA IN ADAITANII ADZAABAN WA LAA TUDZINII BIL HIJAAB # WA SHALAALLAHU ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHII WA SHAHBIHI WA SALAM # WAL HAMDULILLAHI RABBIL ALAMIIN 1X

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Shalat Sunat Tasbih dan Khasiatnya

shalat sunat tasbihDoa mustajab kali ini Mengetengahkan perihal Khasiat shalat sunat tasbih
Ini sebuah cerita nyata.suatu hari seorang Kyai naik ojek motor,ia melihat bahwa tukang ojek yang membawanya pergi sedang di landa duka nestapa,”Hidup saya sangat memprihatinkan ,satu kamar di gunakan untuk dapur dan tidur”,apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki keadaan saya pak..?? “Lakukanlah shalat tasbih setiap hari” jawab pak Kyai.

Besok harinya ,tukang ojek ini menjalankan dengan rajin apa yang di anjurkan Kyai tersebut karena memang dia berkeinginan kuat untuk memiliki rumah yang layak bagi anak dan istrinya.
Satu tahun berlalu dan si tukang ojek tetap menjalankan shalat tasbih dengan tekun.sampai suatu hari ada seorang saudagar ingin membeli tanah,Ia bertemu tukang ojek tersebut dan mengutarakan maksudnya,Tukang ojek mengantarkan saudagar tersebut kepada pemilik tanah yang ingin di jual.

Singkat cerita ,saudagar tersebut berhasil membeli tanah,Ia pun mengucapkan terimakasih kepada tukang ojek yang telah memberikan jalan baginya,serta memberikan tips kepada tukang ojek tersebut sejumlah uang yang besarnya ratusan juta rupiah.

Dengan berlinangan air mata dia mengucap Alhamdulillah karena dengan uang tersebut dia bisa membangun rumah.
Demikian sepenggal kisah kelebihan dari shalat sunat tasbih,Saya yakin banyak kisah serupa yang terjadi terkait dengan shalat sunat tasbih

Shalat sunat tasbih dan tatacaranya

“Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”

Takhrij Hadits

Hadits riwayat Abu Dawud 1297; Ibnu Majah, 1387; Ibnu Khuzaimah, 1216; al-Hakim dalam Mustadrak, 1233; Baihaqi dalam Sunan Kubra, 3/51-52, dan lainnya dari jalan Abdurrahman bin Bisyr bin Hakam, dari Abu Syu’aib Musa bin Abdul Aziz, dari Hakam bin Abban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Sanad ini berderajat hasan.
Hadits ini juga memiliki banyak jalan yang menguatkan, sehingga sangat banyak ulama Ahli Hadits yang menguatkannya. Dalam riwayat lain disebutkan,

“Dari Abul Jauza’, dia berkata, ‘Telah bercerita kepadaku seorang laki-laki yang termasuk sahabat Nabi. Orang-orang berpendapat, dia adalah Abdullah bin Amr, dia berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Datanglah kepadaku besok pagi. Aku akan memberimu hadiah, aku akan memberimu kebaikan, aku akan memberimu.’ Sehingga aku menyangka, bahwa beliau akan memberiku suatu pemberian. Beliau bersabda, ‘Jika siang telah hilang, berdirilah, kemudian shalatlah empat rakaat’ (Kemudian dia menyebutkan seperti hadits di atas) Beliau bersabda, ‘Kemudian engkau angkat kepalamu –yaitu dari sujud kedua-, lalu duduklah dengan sempurna, dan janganlah kamu berdiri sampai engkau bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, bertakbir sepuluh kali, dan bertahlil sepuluh kali. Kemudian engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Sesungguhnya, jika engkau adalah penduduk bumi yang paling besar dosanya, engkau diampuni dengan sabab itu.’ Aku (sahabat itu) berkata, ‘Jika aku tidak mampu melakukannya pada saat itu?’ Beliau menjawab, ‘Shalatlah di waktu malam dan siang.’” (HR. Abu Dawud, no. 1298).

Juga diriwayatkan Thabarani dan Ibnu Majah, no. 1386, pada akhir hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seandainya dosa-dosamu semisal buih lautan atau pasir yang bertumpuk-tumpuk, Allah mengampunimu.” (Dishahihlan al-Albani dalam Shahih at-Targhib Wat Tarhib, 1/282).
Ulama yang Melemahkan Hadits Shalat Tasbih
Sebagian ulama melemahkan hadits shalat tasbih.

ulama yang melemahkan tersebut:

1. Ketika mengomentari hadits shalat tasbih yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Abu Bakar Ibnul A’rabi berkata, “Hadits Abu Rafi’ ini dha’if, tidak memiliki asal di dalam (hadits) yang shahih dan yang hasan. Imam Tirmidzi menyebutkannya hanyalah untuk memberitahukannya agar orang tidak terpedaya dengannya.” (Tuhfzatul Ahwadzi Syarh Tirmidzi, al-Adzkar karya an-Nawawi, hal. 168).

2. Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan hadits-hadits shalat tasbih dan jalan-jalannya, di dalam kitab beliau al-Maudhu’at, kemudian men-dha’if-kan semuanya dan menjelaskan kelemahannya.

3. Imam adz-Dzahabi rahimahullah menganggapnya termasuk hadits munkar (Mizanul I’tidal, 4/213. Dinukil dari Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 32, tahqiq Syaikh Abdullah al-Laitsi al-Anshari).

Ulama yang Menguatkan

Namun, sejumlah ulama besar Ahli Hadits telah menguatkan menshahihkan hadits shalat tasbih, di antaranya:
1. Ar-Ruyani rahimahullah berkata dalam kitab al-Bahr, di akhir kitab al-Janaiz, “Ketahuilah, bahwa shalat tasbih dianjurkan, disukai untuk dilakukan dengan rutin setiap waktu, dan janganlah seseorang lalai darinya.”

2. Ibnul Mubarak. Beliau ditanya, “Jika seseorang lupa dalam shalat tasbih, apakah dia bertasbih dalam dua sujud sahwi 10, 10 (sepuluh, sepuluh)?” Beliau menjawab, “Tidak, Shalat tasbih itu hanyalah 300 (tiga ratus) tasbih.” Dalam riwayat ini, Ibnul Mubarak tidak mengingkari shalat tasbih, yang menunjukkan bila beliau membenarkannya (Al-Adzkar, hal. 169). Imam Tirmidzi rahimahullah berkata, “Ibnul Mubarak dan banyak ulama berpendapat (disyariatkannya) shalat tasbih dan mereka menyebutkan kautamaannya.” (Al-Adzkar, hal. 167).

3. Al-Hafizh al-Mundziri (wafat 656 H) berkata, “Hadits ini telah diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi, dan yang paling baik ialah hadits Ikrimah ini. Dan telah dishahihkan oleh sekelompok ulama, di antaranya al-Hafizh Abu Bakar al-Aajuri, Syaikh kami al-Hafizh Abul Hasan al-Maqdisi, semoga Allah merahmati mereka. Abu Bakar bin Abu Dawud berkata, “Aku mendengar bapakku berkata, ‘Tidak ada hadits shahih dalam shalat tasbih, kecuali ini’.” Muslim bin al-Hajjaj berkata, “Tidaklah diriwayatkan di dalam hadits ini sanad yang lebih baik dari ini (yakni isnad hadits Ikrimah dari Ibnu Abbas).” (Shahih at-Targhib wat Targhib, 1/281, karya al-Mundziri, tahqiq al-Albani).

4. Imam Nawawi rahimahullah (wafat 676 H), beliau membuat satu bab, Bab: Dzikir-dzikir Shalat Tasbih, di dalam kitabnya al-Adzkar, hal. 166. Beliau juga menyebutkan perselisihan para ulama tentang hadits-hadits shalat tasbih, dan beliau termasuk ulama yang menyatakan disyariatkannya shalat tasbih.

5. Imam Ibnu Qudamah rahimahullah (wafat 689 H) berkata, “Disukai untuk melakukan shalat tasbih.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 47, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan).

6. Syaikh as-Sindi (wafat 1138 H) berkata, “Hadits ini (shalat tasbih) telah dibicarakan oleh huffazh (para ulama ahli hadits). Yang benar, bahwa hadits ini hadits tsabit (kuat). Sepantasnya orang-orang mengamalkannya. Orang-orang telah menyebutkannya panjang lebar, dan aku telah menyebutkan sebagian darinya dalam catatan pinggir kitab (Sunan) Abu Dawud dan catatan pinggir kitab al-Adzkar karya an-Nawawi.” (Ta’liq dalam Sunan Ibnu Majah, 1/442).

7. Syaikh al-Albani rahimahullah menshahihkan hadits shalat tasbih ini dalam kitab Shahih at-Targhib Wat Targhib, 1/281.
8. Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari berkata mengomentari perkataan Ibnu Qudamah di atas, “Banyak ulama telah menshahihkan isnad hadits shalat tasbih, dan lihatlah (kitab al-Atsar al-Marfu’ah Fil Akhbar al-Maudhu’ah, hal. 123-143, karya al-Laknawi rahimahullah. Beliau telah mengumpulkan hal itu dengan sangat banyak.” (Catatan kaki Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 47, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan).

9. Syaikh Salim al-Hilali menshahihkan hadits shalat tasbih dalam kitab beliau Mukaffiratudz Dzunub.

10. Syaikh Abu Ashim Abdullah ‘Athaullah berkata, “Riwayat Abu Dawud; Timidzi; Ibnu Majah; Abdur Razzaq di dalam al-Mushannaf; al-Baihaqi dalam as-Sunan; dan al-Hakim di dalam al-Mustadrak; (derajat hadits) shahih li ghairihi.” (I’lamul Baraya Bi Mukaffiratil Khathaya., hal. 40, taqdim: Syaikh Mushthafa al-Adawi).

11. Selain para ulama di atas, yang juga termasuk menshahihkan hadits shalat tasbih ini ialah Imam Daruquthni, Ibnu Mandah, al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu shalah, Ibnu Hajar al-Asqalani, as-Suyuthi, Syaikh Ahmad Syakir, dan lainnya

Akhirul kalam

Derajat hadits shalat tasbih adalah shahih li ghairihi, sehingga dapat diamalkan. Adapun para ulama men-dha’if-kannya atau menyatakan bahwa hadits shalat tasbih adalah palsu, karena tidak mendapatkan hadits yang kuat sanadnya. Tetapi, hal ini bukan berarti seluruh sanad hadits shalat tasbih tidak shahih. Karena sebagiannya yang berderajat hasan, kemudian dikuatkan jalan lainnya, sehingga meningkat menjadi shahih li ghairihi. Wallahu a’lam.

2. Shalat tasbih hukumnya sunnah, bukan wajib sebagaimana anggapan sebagian orang.

3. Cara shalat tasbih sebagaimana hadits di atas.

4. Shalat tasbih dilakukan 4 rakaat dengan satu salam, sesuai dengan zhahir hadits. Ada juga sebagian ulama yang menyatakan dengan dua salam.

5. Waktunya boleh siang ataupun malam.

Bid’ah Seputar Shalat Tasbih

Syaikh Salim al-Hilali dalam kitab beliau Mukaffiratudz Dzunub, menyebutkan tiga bid’ah berkaitan dengan shalat tasbih ini, yaitu:

1. Mengkhususkan pada bulan Ramadhan, atau mengkhususkannya pada tanggal 27 Ramadhan.
2. Melakukan secara berjama’ah.
3. Melakukan sehari lebih dari sekali. (Selain bid’ah di atas, ada juga bid’ah lainnya, seperti:)
4. Sebagian kaum muslimin ada yang melakukan setiap selapan (istilah Jawa, yaitu 35 hari) sekali.

Apa yang disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain, hal. 115, bahwa surat yang paling utama dibaca dalam shalat tasbih adalah permulaan surat al-Hadid, al-Hasyr, ash-Shaf, dan ath-Thaghabun. Jika tidak, maka surat al-Zalzalah, al-‘Adiyat, al-Haakum, dan al-Ikhlas, maka kami tidak mengetahui dalil yang jelas tentang hal ini. Wallahu a’lam.

Demikian juga apa yang dinukil di dalam I’anathuth Thalibin, hal. 259 dari perkataan Imam Suyuthi, bahwa surat yang dibaca adalah al-Haakum, al-‘Ashr, al-Kafirun dan al-Ikhlas, kami tidak mengetahui dalil yang jelas tentang hal ini. Sedangkan di dalam hadits di atas, Rasulullah tidaklah mengkhususkan dengan surat tertentu,. Wallahu a’lam.

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

bagi anda yang merasa mempunyai beberapa masalah dalam kehidupan anda bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang di berikan dengan ijazah khusus dapat anda lihat di Doa mustajab

Dengan harapan dari sekian banyak jenis doa yang saya ijazahkan secara khusus ada yang sesuai dengan masalah anda…amiin

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Shalat sunat tasbih Nabi Yunus

tasbih nabi yunusDoa mustajab kali ini akan membahas tentang sebuah shalat sunat yang bernama shalat sunat tasbih Nabi yunus.

Seperti kita ketahui bersama dalam islam di samping ada yang namanya shalat wajib juga ada yang namanya shalat sunat,shalat sunat itu sendiri ada beberapa macam .antara lain:

shalat sunat yang mempunyai landasan hadist yang kuat diantaranya adalah:(dikejakan hampir semua aliran)
-Shalat sunat rawatib
-shalat sunat tahajud
-shalat sunat istiharah
-shalat sunat istisqa
-shalat sunat tahyatul mesjid

Yang kurang populer diantaranya (sebagian aliran tidak mengenalnya):
-shalat sunat hajat
-shalat sunat antara dua azan (hari jum’at di mana aliran muhammadiyah tidak mengerjakannya)
-shalat sunat tasbih ( malam nisfu sya’ban )
-shalat sunat hadiah
-shalat sunat taat hajat
-shalat sunat taubat
Dll.

Pada kesempatan ini saya ingin memperkenalkan sebuah shalat yang dalam doanya menggunakan tasbih Nabi yunus,yang di namakan juga shalat sunat tasbih Nabi Yunus.

Sedikit sejarah tentang tasbih Nabi Yunus,Nabi Yunus pada suatu saat berhijrah meninggalkan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Allah dan Allah menegur beliau dengan cara memasukan beliau ke dalam perut ikan,saat itulah beliau sadar dan bertasbih “Laailaahailaa anta subhanaka inni kuntu minnadhalimiin”permintaan ampun beliau di terima Allah dan beliau di beri satu kelebihan selama dalam perut ikan tersebut yaitu beliau di beri suatu kemampuan melihat alam sekitar sehingga seolah olah perut ikan tersebut menjadi sebuah kaca yang sangat jernih,sampai suatu saat Allah mengeluarkan beliau dari perut ikan tersebut.

Shalat sunat tasbih Nabi Yunus ini juga mengambil hikmah dari kejadian diatas,dimana seorang nabi yang merupakan orang pilihan Allah bisa saja melakukan kesalahan apalagi kita..

Tujuan utama dari pengerjaan shalat sunat tasbih nabi Yunus ini adalah membersihkan batin,yang mana apabila batin anda bersih maka akhlaq anda akan bersih juga semakin bersih akhlaq anda semakin sayang Allah kepada anda dan semakin sayang Allah kepada anda maka doa doa anda akan semakin mustajab..

Mohon maaf saya tidak menuliskan doa dan tatacara amaliah shalat sunat tasbih nabi yunus dalam artikel ini,karena akan di serahkan kepada anda yang benar benar memerlukan dan mau menjalankan amaliahnya dengan sungguh sungguh dalam bentuk pengijazahan khusus yang menggunakan mahar Rp.100.000..mengenai sebab penggunaan mahar dalam ijazah ini bisa di lihat di halaman tentang mahar.

Bagi anda yang ingin mendapatkan ijazah shalat sunat ini silahkan lihat bagian Form Pemesanan ijazah di pojok atas sebelah kanan atau email ke fathul.ahadi@yahoo.com

Sekian dulu dari saya semoga semua ini bisa berguna bagi kita semua..amiin

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS