Tentang Harta Karun

tentang harta karunApa Itu Harta Karun

Doamustajab2.com-Di jaman modern seperti sekarang ini, istilah harta karun sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi bahkan sekarang banyak manusia yang kegiatannya berburu yang namanya harta karun .

Harta karun adalah sejumlah besar harta atau kekayaan lain yang tersembunyi, maupun yang ditemukan namun tidak diketahui asal-usulnya

Kata Harta karun ini sendiri di ambil dari sebuah sejarah:

Kata karun berasal dari Qarun atau Karun, tokoh pada zaman Nabi Musa yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Ia adalah seorang yang kaya raya, namun tertimbun beserta harta bendanya karena kesombongannya.

Suatu ketika hiduplah seorang laki-laki Yahudi bernama Qorun. Riwayat menceritakan bahwa ia adalah sepupu nabi Musa as. Ia adalah seorang yang beruntung karena Allah swt menganugerahinya ilmu dan harta yang tak terkira banyaknya.
Dengan ilmu dan hartanya itu ia menjadi dikenal banyak orang dan menjadi buah bibir. Banyak orang yang menjadikannya idola dan panutan.

Bahkan para orang tua sering menasehati anak-anaknya agar bekerja keras dan rajin menuntut ilmu seperti Qorun. Yang demikian dimaksudkan agar anak-anak kelak dapat menjadi sukses dan sekaya raya Karun.

Namun tampaknya Qorun telah terlalu silau dengan hartanya yang melimpah ruah itu. Yang bahkan kunci-kunci gudang dimana ia menyimpan hartanya itu saking beratnya harus dipikul sejumlah ‘bodydguard’ yang kuat.

Sayangnya karunia Allah yang begitu besar ini malah menjadikan Qorun takabur. Ia hidup bermegah-megahan dan dengan bangga ia berkata : “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. (QS.Al-Qashash(28):78).

Qorun begitu yakin bahwa apa yang dicapainya itu memang sudah semestinya. Ini adalah buah dari kerja kerasnya menuntut ilmu selama bertahun-tahun. Jadi ini adalah haknya!

Para alim ulama yang hidup di sekelilingnyapun mengingatkannya agar segera bertaubat. Mereka berkata : “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.(QS.Al-Qashash(28):80).

Syaitanlah yang membisiki Qorun supaya ia tidak mendengar nasihat para alim ulama. Ia bahkan menganggap para alim ulama itu iri dan dengki terhadap kesuksesannya.

“ Maka Kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)” .(QS.Al-Qashash(28):81)
.
Itulah sekilas kisah tentang Qorun dan hartanya yang dibenamkan Sang Khalik karena ia takabur dan tidak memanfaatkan hartanya dijalan yang benar. Maka jadilah hingga saat ini kata “ harta karun “ sebagai kata umum yang digunakan untuk menyebut harta yang terpendam.

Harta Karun Dari Alam Gaib

Dengan pengertian di atas tentang harta karun tersebut maka semua orang menyebutkan sebagai harta karun untuk semua harta yang di temukan dalam tanah baik nyata ataupun dari alam gaib.

Harta karun gaib baik berupa emas, uang dll memang selalu menarik perhatian banyak orang. Bukan rahasia lagi, dikalangan petinggi negara pun kerap berburu harta yang tak tampak ini entah dengan tujuan memperkaya diri ataupun untuk dengan niatan membantu keterpurukan ekonomi negara.

Pertanyaannya ..Apakah harta itu benar benar ada..??

Jawabannya sebenarnya cukup mudah, yaitu memang harta karun tersebut benar adanya karena sejumlah orang telah banyak yang berhasil mengambilnya. Hanya saja mengambil harta tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan!

Dari jenis penarikan harta karun tersebut bisa di kelompokan dalam 2 kelompok besar :

1.Kelompok harta karun gaib yang di tarik atau di ambil dengan kemampuan tertentu oleh seorang guru dan di dhahirkan ke alam nyata.

2.Kelompok harta karun yang memang di berikan oleh penghuni alam gaib kepada orang orang tertentu yang mereka kehendaki ( biasanya pengambilannya tidak memerlukan biaya lagi ).

Jenis Jenis Harta Karun

Ada beberapa peninggalan yang sering di temukan atau ditarik dari alam gaib,antara lain :

Harta Karun Peninggalan Jepang

Ada juga di alam gaib benda-benda peninggalan Jepang. Biasanya berupa senjata pedang katana dan peti-peti yang isinya seperti emas batangan, tetapi sebenarnya itu bukan emas, melainkan kuningan, bahan untuk membuat peluru.

Harta Karun Penjajahan Belanda

Di Jawa Barat dan Jakarta, di alam gaibnya juga banyak tersimpan emas dan berlian. Selain yang pindahan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang bentuknya perhiasan jaman kerajaan, kebanyakan adalah peninggalan jaman penjajahan Belanda yang bentuk emasnya kotak dan batangan.

Biasanya dahulunya adalah milik penjajah Belanda yang belum sempat dikirim ke negeri Belanda atau milik pejabat Belanda yang menyimpan untuk dirinya sendiri (korupsi), yang niatnya semula akan dibawanya pulang ke negeri Belanda, tetapi sampai akhir hayatnya orang itu tidak sempat pulang ke Belanda (meninggal di Indonesia).

Biasanya emas-emas tersebut dulunya disimpannya di dalam tanah atau di bawah lantai dan dirahasiakan. Beberapa waktu kemudian ketika emas-emas tersebut hilang dari perhatian manusia (setelah orangnya meninggal), emas-emas tersebut dikuasai oleh bangsa jin dan dimasukkan ke alam gaib.

Harta Karun Peninggalan Kerajaan Dan Bangsawan Jaman Dulu.

Emasnya tersimpan di dalam kotak kayu (peti) dan butiran-butiran intan terbungkus dalam kantong kain. Emasnya berbentuk perhiasan manusia jaman kerajaan dahulu, seperti gelang, kalung, dsb, dan ada sebagian di lokasinya tersimpan juga pakaian kebesaran milik raja atau bangsawan pemilik harta karun itu.

Harta Karun Berupa Uang Gaib

Untuk kelompok harta karun berupa uang gaib ini terbagi atas 2 kelompok besar :

1.Harta karun yang berasal dari golongan hitam berasal dari mahluk halus sebangsa jin kafir, siluman ataupun iblis.
Kelompok ini dinamakan PESUGIHAN, biasanya mahluk yang ditemui berwujud menyeramkan atau ada unsur hewannya meski ada juga yang menampakan diri dgn tidak menyeramkan.

Para pelaku harus memuja mereka dan sama sekali tidak boleh menyebut-nyebut kata-kata kalimah-kalimah suci. Jika dalam ritual tsb misalnya beristigfar ataupun mengucap subhanallah maka dipastikan akan gagal ritualnya.

Bagi yang berhasil mendapat harta dari jalan hitam ini maka biasanya mereka harus ‘memberi makan’ kepada mahluk tersebut yang disebut tumbal berupa nyawa keluarga, teman atau musuh mereka. Harta karun dari golongan hitam relatif jauh lebih mudah didapat dibandingkan harta dari golongan putih karena orang berhati jahat pun bisa melakukannya.

2. Harta karun dari golongan putih berasal dari khodam malaikat ayat-ayat tertentu dalam kitab suci Al Quran.
Untuk mendapatkan harta karun ini kesulitannya lumayan tinggi karena kita harus benar-benar memiliki ahlak yang baik dan lebih utama lagi yang sedang terdesak kebutuhan ekonomi. Bagi yang niatnya cuma ingin kaya raya jangan harap berhasil melakukan ritual ini.

Niatnya harus baik! misalnya untuk membayar hutang-hutang yang menumpuk yang bisa mengakibatkan kehancuran rumah tangga, agar terhindar dari putus asa/bunuh diri akibat tekanan ekonomi, agar tidak menggadaikan iman ataupun untuk mendapat modal bisnis guna membangun lapangan kerja.

Tapi niat baik saja juga belum cukup. 2.5% dari hasil penarikan harta tersebut harus disumbangkan kepada yang yang berhak, selain itu penggunaan harta tsb tidak boleh untuk kemaksiatan. Harta karun dari golongan putih tidaklah memakai tumbal nyawa.

Pengorbanan yang kita lakukan hanyalah berupa perangkat ritual spt minyak tertentu dan mewiridkan amalan tertentu (pengorbanan biaya, tenaga dan waktu).

Amalan yang dilakukan semuanya meminta kepada Allah dan tidak ada pemujaan kepada mahluk halus. Jika Allah mengijinkannya maka akan diutus khodam untuk menemui orang yang membutuhkan tsb.

Harta karun gaib adakalanya berbentuk perhiasan perhiasan peninggalan leluhur,di mana telah lama hilang dan sudah ada penunggunya atau memang dari dulunya di berikan penjaga untuk menjaga harta tersebut.Banyak mahluk halus yang juga menyukai emas dan berlian seperti manusia. Mereka menyimpannya untuk dirinya sendiri

Harta Karun Berupa Mustika Dan Benda Benda Bertuah

Mustika adalah benda-benda yang sarat dengan muatan gaib, karena itu secara alami benda-benda mustika lebih banyak berada di alam gaib daripada di alam nyata manusia.

Kegaiban itulah yang menjadikannya sebuah mustika, yang berbeda dengan benda-benda serupa di dunia manusia. Walaupun benda-benda mustika ini ada yang ditemukan di alam nyata, tetapi lebih banyak lagi yang ada di alam gaib.

Benda-benda tertentu yang digolongkan sebagai Mustika, adalah benda-benda gaib asli dan alami yang secara fisik tidak boleh diasah, diubah atau dimodifikasi bentuknya, karena bila itu dilakukan maka (dikhawatirkan) kegaiban dari benda itu akan hilang atau luntur.

Sebuah batu yang tergolong mustika, misalnya batu anti cukur, tidak boleh diasah untuk diperkecil bentuknya dan tidak boleh digosok walaupun maksudnya supaya lebih mengkilat. Bila itu sampai dilakukan, dikhawatirkan kemampuan batu itu untuk menjadikan anti cukur kemudian menjadi luntur (tidak anti cukur lagi).

ada banyak sekali macam mustika di alam gaib yang namanya tidak bisa disebutkan satu per satu. Benda-benda itu juga mempunyai fungsi / tuah seperti benda-benda lain yang sudah dikenal manusia.

Di alam gaib juga ada banyak mustika yang bentuknya serupa dengan batu mulia dan batu akik di alam nyata manusia, seperti batu berlian, giok, biduri bulan, safir, jamrud, tapak jalak, kendit, dsb. Batu-batu tersebut memberikan tuah seperti batu sejenisnya di alam manusia, tetapi kekuatan tuahnya bisa puluhan atau ratusan kali lipat dibanding batu sejenisnya di alam manusia, karena kegaiban mahluk gaib (khodam) di dalamnya.

Masing-masing batu mempunyai “rasa energi” sendiri-sendiri. Untuk tempat tinggalnya para mahluk halus akan mencari batu-batu yang sesuai dengan sifat energinya masing-masing, sehingga perwatakan mahluk gaib di dalam sebuah batu dan tuah / karisma yang berasal dari gaibnya akan sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya.

Harta Karun Berupa Benda Benda Pusaka

Bukan hanya benda-benda mustika, banyak juga pusaka-pusaka dalam bentuk keris dan tombak yang berada di alam gaib.
Keberadaan pusaka gaib di suatu tempat biasanya akan menjadikan tempat lokasinya bersuasana wingit atau angker, sesuai perwatakan masing-masing pusaka. Bila pusaka tersebut memiliki pembawaan ‘panas’ dan berwibawa, maka biasanya tempatnya berada akan berkesan angker.

Sebaliknya, bila pusaka tersebut berkarakter halus dan teduh, maka biasanya tempatnya berada akan berkesan wingit. Masing-masing pusaka gaib itu juga dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan pusaka gaib tersebut sebagai jimat / pusakanya.

Masing-masing pusaka gaib itu juga dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan benda-benda tersebut sebagai jimat / pusakanya.

Selain benda-benda berukuran besar, di alam gaib juga banyak benda-benda jimat dalam bentuk keris-keris dan golok kecil (yang bisa dimasukkan ke dalam dompet), batu cincin, jimat rajahan, dsb. Kebanyakan adalah jimat para pendekar dan jawara jaman dulu.

Masing-masing benda tersebut biasanya juga dijaga oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan benda tersebut sebagai jimat / benda koleksinya.

Untuk jenis benda pusaka dari penarikan biasanya di kelompokan menjadi 2 kelompok:

Pertama adalah pusaka yang ditarik dari alam gaib, tetapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh berasal dari alam gaib. Biasanya badan kerisnya berwarna coklat atau hitam kecoklatan seperti besi karatan atau ada bagian yang berwarna coklat karena karatan.

Jenis ini biasanya adalah keris yang diselubungi oleh gaib, sehingga tidak tampak mata manusia. Jadi secara fisiknya keris tersebut sebenarnya masih berada di dunia manusia (dan bisa karatan termakan usia), tetapi diselubungi oleh gaib (halimunan), sehingga tidak kelihatan mata manusia.

Biasanya juga gagang kayu dan sarungnya sudah tidak ada, sudah rusak / hancur termakan cuaca dan usia. Jenis ini biasanya tingkat kesaktian gaibnya rendah. Mungkin dulunya adalah pusaka milik petani atau prajurit berpangkat rendah. Jenis ini biasanya cukup mudah ditarik dengan tenaga dalam atau amalan gaib dan tidak perlu sesaji.

Yang kedua adalah yang asli dari alam gaib. Biasanya badan kerisnya berwarna hitam atau warna lain sesuai aslinya dan tidak ada bagian yang berwarna coklat karatan, apalagi keropos karatan. Biasanya gagang, sarung kayu dan perlengkapan aksesories lainnya masih utuh dan dalam kondisi baik tidak termakan cuaca dan usia.

Beberapa Hal penting yang perlu di persiapkan dalam penarikan

Hal-hal sangat penting sebelum kita menggelar ritual pengangkatan pusaka yang harus kita perhatikan adalah. Mencari posisi atau letak pusaka/harta terpendam dengan kekuatan batin atau ilmu terawangan. Bisa juga dilakukan dilakukan dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sekaitan dengan tempat atau lokasi penarikan.

Selanjutnya kita harus pastikan dulu pusaka jenis apa yang akan kita tarik. Hal ini menjadi penting sebab hasil penarikan atau penyedotan bisa saja tidak sesuai dengan harapan.

Yang tak kalah pentingnya juga adalah memastikan siapa gaib yang menjaga atau menguasai pusaka tersebut. Terutama sekali kita harus mengetahui jenis makhluk tersebut, dan apa yang menjadi tuntutannya.

Jika kita tidak mendeteksinya sejak awal, sepanjang pengalaman pribadi sagat dikhwatirkan akan muncul permintaan atau kejadian diluar batas.

Juga perlu diperhatikan adalah sebelum melakukan ritual pengangkatan/penyedotan terlebih dahulu lakukanlah pemagaran badan masih-masing peserta ritual. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin sekali akan menimpa pelaku ritual, atau orang yang mendampinginya.

Sekali lagi perlu di ingatkan bahwa menarik harta karun gaib bukanlah hal yang mudah,adakalanya barang yang di tarik di dapatkan namun manfaat atau khasiatnya tidak sesuai dengan yang di harapkan.

Pada banyak kasus penarikan gaib, benda gaibnya seringkali kosong, khodam aslinya tidak ikut serta di dalam benda gaibnya, sehingga sosok halus yang kemudian masuk menjadi penghuni benda gaib tarikan itu bukanlah khodam aslinya.

Sebagian benda-benda mustika dan jimat dari alam gaib, bila penarikannya tidak sempurna, ada yang masih menyimpan kegaibannya, hanya saja kadarnya sudah jauh berkurang, tidak lagi seperti yang seharusnya.

Misalnya yang seharusnya bisa untuk kekebalan, kemudian kadarnya menurun sehingga tidak lagi bisa untuk kekebalan. Bila penarikannya tidak sempurna, mustika merah delima hanya akan berguna untuk pengasihan, mustika wesi kuning dan badar besi hanya akan berguna untuk kewibawaan, dsb.

Sebagian lagi benda-benda hasil penarikan gaibnya “kosong”, karena khodamnya pergi, tidak akan berfungsi sebagai benda mustika dan bendanya itu kemudian akan diisi oleh mahluk halus lain untuk tinggal di dalamnya.

Sebuah mustika yang kondisinya tidak sempurna tidak akan banyak berguna, kondisinya akan sama saja dengan benda lain yang berkhodam, malahan masih lebih baik jika kita memiliki sebuah benda gaib isian, yang walaupun bukan asli sebuah mustika,

tetapi tuahnya bisa lebih bagus dan lebih kuat daripada tuah sebuah mustika yang tidak sempurna kegaibannya. Jadi, tidak perlu kita membayar mahal untuk sebuah mustika yang tidak sempurna kegaibannya

Beberapa catatan dari penulis:

1.Kepada para pembaca yang berminat dengan benda-benda mustika, pusaka atau harta karun gaib seperti tersebut di atas supaya berhati-hati, apalagi kalau harus memaharinya atau mendanai persyaratan penarikannya dengan harga yang mahal.

2.Kalaupun ingin melakukan penarikan benda pusaka atau harta gaib maka sebaiknya mencari rekan atau saudara yang memang sudah di beri tanda dari orang alam gaib untuk di berikan barang tersebut baik lewat mimpi ataupun dalam keadaan sadar.Karena hal tersebut prosentasi keberhasilannya lebih tinggi ,di samping biaya penarikannya lebih ringan.

3.Saya sendiri sebagai penulis bukanlah orang yang mampu untuk melakukan penarikan harta gaib.

Akhirul kalam semoga penjelasan penjelasan di atas bisa menambah wawasan kita tentang kekayaan alam sekitar kita yang memang di ciptakan Allah sebagai sarana untuk saling membantu dan beribadah kepadaNya..Wallahu A’lam

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS