Tentang Penulis dan Penggunaan Mahar

saya 3Terima kasih saya ucapkan kepada anda karena telah menyempatkan waktunya untuk membaca lebih dalam tentang saya sebagai penulis web ini.

Sebelum meneruskan membaca tentang saya maka perlu saya garis bawahi bahwa saya bukan ustadz,kiyai,guru agama,ulama, yang dalam ilmu agama,hapal sekian ribu hadis atau punya murid sekian ribu orang..saya hanyalah seorang hamba Allah yang di titipi sedikit ilmu untuk di gunakan sebagai sarana penunjang kehidupan.
Tentang penulis

Perkenalkan saya Fathul ahadi ,lahir di kota Kandangan sebuak kota kecil di provinsi Kalimantan.Alhamdulillah saya dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari orang tua saya semoga beliau selalu dalam lindungan dan rahmat Allah,di damping oleh 4 orang saudara saya.

Seperti hal nya anak lainnya di daerah saya maka saya bersekolah disekolah umum,bukan pesantren.

Dalam perjalanan saya selama remaja sampai menginjak dewasa saya sering berpindah pindah temapat tinggal dan daerah.karena sifat ingin tahu saya yang cukup besar maka setiap kali pindah daerah saya selalu mencari guru guru baru untuk bekal saya di masa yang akan datang.

Dalam usaha saya menimba ilmu saya tidak hanya mengkhususkan diri kepada doa atau amaliah tertentu sehingga baik itu sifatnya pengasihan,pembuka rejeki,pengobatan,penjaga diri semuanya akan saya tuntut di daerah saya yang baru.

Sebenarnya saya ingin menyimpan ilmu ilmu tersebut untuk anak cucu saya di kemudian hari,namun setelah mendapat penjelasan yang panjang dari beberapa guru saya ,maka saya di anjurkan untuk memberikan atau membagi ilmu ilmu tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Dalam pemberian ilmu ilmu tersebut saya di ijinkan menggunakan pedoman “lebih baik tidak memberikan daripada salah memberikan suatu ilmu sehingga di salah gunakan “

Karena itulah untuk menyaring atau membedakan yang mana orang yang “ingin”,yang mana orang yang “perlu”saya menggunakan mahar sebagai filternya..walaupun masih ada beberapa alasan mengapa saya harus menggunakan mahar dalam ilmu imu tertentu..akan di bahas lebih dalam setelah ini.

Seiring berkembangnya sarana komunikasi maka saya juga mencoba ikut memanfaatkan ini sebagai sarana untuk berbagi bagi orang yang “membutuhkan” maupun yang “menginginkan”,dengan membuat beberapa web dan akun di sosmed.

1.www.doamustajab2.com

2.www.ilmupeletdanpengasihan.com

3.www.doa-doapelindungdiri.blogspot.com

Untuk akun social media :

1.Fathul.ahadi untuk akun facebook

2.@fathulahadi untuk akun twitter

Dengan harapan agar bisa lebih banyak berbagi.
Tentang penggunaan Mahar

Apa itu menjual ayat ayat Allah

Seperti kita ketahui bersama bahwa sebagai orang islam kita dilarang “menjual ataupun menukarkan ayat ayat allah dengan dunia“, sebelum saat kita membahas tentang mahar sesuatu amaliah mari kita lihat dulu apa yang di maksud dengan menjual ayat ayat allah seperti yang di maksud didalam al qur, an.

Sesuai dengan apa yang saya ketahui bahwa yang di maksud dengan jual ayat ayat allah disini yaitu “menggunakan sebagian ayat ayat alqur’an yang demi keuntungan pribadi ataupun golongan didalam kehidupan, namun menyembunyikan ayat ayat lain yang tidak menguntungkan untuk dirinya”

Salah satu contoh adalah dimana satu waktu seseorang yang mempunyai pengetahuan agama naik haji hingga berapa kali padahal di samping rumahnya ada anak yatim yang merintih kelaparan..

Dia menggunakan ayat yang menjelaskan keutamaan berhaji namun di waktu yang sama dia menyembunyikan ayat ayat tentang orang yang mendustakan agamanya ..

saya meyakini anda sepedapat dengan saya perihal perihal ini..
Tentang mahar

Dalam masyarakat, tak jarang kita temui praktek jual-beli atau sewa-menyewa yang terjadi terhadap benda-benda yang tidak kasat mata.

Contohnya, menyewakan sebatang pohon mangga untuk jangka waktu tertentu untuk diambil buahnya sementara pohon itu sendiri sama sekali belum berbuah.

*Jika ternyata si pohon berbuah sangat lebat, pemilik pohon pasti kecewa.

*Sedangkan jika si pohon tidak berbuah seperti yang diharapkan, giliran penyewanya yang akan merugi.

Karena alasan inilah agama Islam tidak mengijinkan adanya jual-beli terhadap suatu benda yang gaib atau tidak terlihat wujudnya.

Sama halnya dengan sebuah Ijazah amaliah suatu ilmu …

Manfaat Ijazah amaliah adalah sesuatu yang gaib sehingga tidak dapat dijelaskan secara nalar. Oleh sebab itu saya tidak mau memperdagangkan manfaat-manfaat tersebut.

Sekalipun Anda berniat untuk melakukan pembelian, maka yang akan Anda beli hanyalah doa dan tatacara suatu Ijazah amaliah,sarana pendukung serta pelayanan dari saya, bukan berkah ataupun manfaatnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui dalam penggunaan mahar sebagai pemberian ijazah amaliah:

1.Amaliah yang Anda anda ambil kepada saya atas dasar keinginan, kebutuhan dan atau kesenangan Anda pribadi tanpa adanya paksaan dari siapapun.

2.Dengan mengambil ijazah amaliah ini bukan berarti Anda membeli ilmu, hikmah atau berkah Ijazah amaliah tersebut. Karena ilmu, hikmah dan berkah dari Allah SWT tidak bisa dibeli dengan sejumlah uang, maka saya harap Anda tidak menganggap hal ini sebagai tindakan jual-beli.

3.Peran saya di sini adalah sebagai pembimbing anda dalam belajar, sedangkan berhasil tidaknya pembelajaran Anda akan sangat bergantung pada kesunngguhan dalam mengamalkan Ijazah amaliah dan tentu saja tidak terlepas dari rahmat Allah SWT.

4.Mahar bukanlah nilai yang saya gunakan untuk menukar ilmu dengan uang, namun hanya biaya administrasi yang tidak melewati batas kewajaran. Sama seperti proses belajar-mengajar di berbagai sekolah, biaya yang Anda berikan bukanlah harga untuk membayar ilmu. Sebab ilmu tetap harus dipelajari dan diamalkan untuk bisa dikuasai sepenuhnya.

5.Keikhlasan dalam memberikan mahar akan sangat mempengaruhi keberhasilan Anda. Sebab pemikiran jual-beli akan mempersulit keberhasilan dalam mempelajari Ijazah amaliah.

6.Ijazah amaliah sebaiknya gunakan untuk tujuan kebaikan. Jangan digunakan untuk tujuan-tujuan yang merugikan diri sendiri, orang lain maupun alam sekitar ciptaan Tuhan. Apabila disalahgunakan, Ijazah amaliah bisa mendatangkan kerugian tersendiri dalam hidup Anda yang tidak akan hilang sebelum anda bertobat.

7.Dengan memesan Ijazah amaliah, Anda saya anggap telah memahami dengan baik penjelasan-penjelasan tentang Ijazah amaliah yang bersangkutan. Karena itu saya menyarankan Anda agar membaca penjelasan amaliahnya sebelum memesan Ijazah amaliah.

8. Sebagaimana ilmu-ilmu yang ada, maka untuk menguasai Ijazah amaliah Anda harus mau mengamalkan amalannya dengan rutin dan tekun.

9.Usaha batin (dengan Ijazah amaliah) perlu dibarengi dengan usaha lahir untuk meraih keberhasilan yang sempurna. Sebab pada dasarnya Ijazah amaliah merupakan pelengkap usaha nyata anda dalam kehidupan sehari-hari.

10.saya menyebutkan khasiat suatu ilmu yang diIjazahkan merupakan hasil gambaran dari keterangan di berbagai kitab, serta pengalaman saya sendiri dan pengakuan para pengamal Ijazah amaliah sebelumnya. Pengalaman yang didapat setiap orang bisa jadi berbeda dengan pengalaman orang lain, sebab setiap manusia adalah unik sehingga dalam perjalanan hidupnya akan memperoleh pengalaman yangberbeda.

11.Ketika mengamalkan Ijazah amaliah tertentu , tetaplah yakini Allah SWT sebagai sumber segala sumber kekuatan di dunia. Sebab Ijazah amaliah ataupun saya sebagai pembimbing memang bukanlah yang menentukan sesuatu dalam hidup Anda. Jangan sampai Anda menyandarkan diri kepada Ijazah amaliah, karena hal tersebut berpotensi menjerumuskan diri Anda dalam kemusyrikan.

“ Jika Anda pernah belajar suatu Ijazah amaliah di tempat lain dan belum mendapatkan berkah dari amalan yang Anda lakukan, kemungkinan besar itu karena Anda tidak benar dalam menata hati Anda saat memesan /melakukan amaliah.”

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS